LRT Jabodebek mengoperasikan sistem persinyalan CBTC dengan otomasi GOA3 yang didukung ATP untuk jaga jarak dan kecepatan aman, serta ATO untuk kendali presisi. Infrastruktur kelistrikan dipisah antara stasiun dan operasional, lengkap dengan cadangan di setiap titik. Ditambah SDM yang rutin simulasi, sistem terintegrasi ini memastikan layanan tetap efisien, tepat waktu, dan aman di tengah dinamika urban.
Sebagai transportasi publik yang beroperasi di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi, LRT Jabodebek dirancang untuk menjawab kebutuhan perjalanan yang efisien, nyaman, dan tepat waktu dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Dalam konteks tersebut, penerapan sistem teknologi menjadi elemen utama dalam menjaga keselamatan operasional di tengah dinamika dan berbagai potensi risiko yang dihadapi di wilayah urban.
Karakteristik transportasi urban yang padat dan dinamis membuat LRT Jabodebek menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan moda transportasi lainnya, mulai dari fluktuasi jumlah pengguna, perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi sistem, hingga tuntutan ketepatan waktu perjalanan yang berdampak kenyamanan dan kepercayaan pengguna. Untuk itu, sistem operasional LRT tidak hanya mengandalkan keandalan sarana prasana, tetapi juga didukung oleh teknologi terintegrasi yang mampu mengantisipasi berbagai kondisi tersebut.
KAI mengoperasikan sistem persinyalan LRT Jabodebek menggunakan teknologi CBTC (Communication-Based Train Control) dengan otomasi GOA3. Sistem GOA3 (Grade of Automation Level 3) adalah tingkat otomatisasi kereta di mana pengoperasian dilakukan secara otomatis tanpa masinis (driverless). Namun demikian, terdapat train attendant di dalam kereta untuk penanganan dalam situasi khusus. Sistem ini menggunakan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) untuk menjaga keamanan dan kecepatan.
Dalam sistem GOA3 tersebut mencakup faktor Keselamatan yang dijamin oleh ATP (Automatic Train Protection) untuk mencegah pelanggaran kecepatan, menjaga jarak aman, dan mengerem otomatis saat mendeteksi adanya sinyal bahaya, serta ATO (Automatic Train Operation) yang mengendalikan perjalanan kereta secara presisi, didukung komunikasi real-time dan prinsip fail-safe sehingga kereta akan berhenti otomatis jika terjadi gangguan.
Di sisi infrastruktur, sistem kelistrikan LRT Jabodebek dirancang secara terpisah antara kebutuhan fasilitas stasiun dan operasional perjalanan, seperti sarana dan prasarana. Setiap sistem dilengkapi dengan cadangan di masing-masing stasiun, sehingga operasional tetap dapat berlangsung meskipun terjadi gangguan pada salah satu komponen.
Selain dukungan teknologi, kesiapan operasional juga diperkuat melalui sumber daya manusia yang terlatih. Petugas secara berkala menjalani pelatihan dan simulasi untuk memastikan respons yang sigap dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa pendekatan teknologi yang diterapkan merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko yang disesuaikan dengan karakteristik transportasi perkotaan.
“Sebagai transportasi urban, LRT Jabodebek memiliki kompleksitas operasional yang berbeda. Dengan sistem teknologi yang terintegrasi dan adaptif, LRT Jabodebek mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko serta menjaga keselamatan dan keandalan layanan secara konsisten,” ujarnya.
Dengan dukungan sistem yang terintegrasi dan pendekatan mitigasi risiko yang komprehensif, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi modern yang tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika mobilitas perkotaan.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral
-
Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral
-
Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun
-
Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check
-
Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur
Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral
Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral
Adera Team: Essential Care Tips for Bedridden Patients