Jakarta, 5 Oktober 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi perhatian pasar kripto memasuki pekan kedua Oktober 2026. Setelah bergerak menguat dari level terendah pada akhir September, Bitcoin dinilai masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan menuju US$92.000 hingga US$97.000.
Namun, peluang tersebut masih bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support penting di atas US$81.000 sekaligus menembus level resistance terdekat.
Mengacu pada analisis data internal FLOQ, area US$81.600–US$82.937 menjadi zona support utama Bitcoin. Selama harga BTC mampu bertahan di atas area tersebut, struktur kenaikan yang terbentuk sejak Juli dinilai masih terjaga.
Pada perdagangan 5 Oktober 2026, Bitcoin berada di kisaran US$86.000-an. Data pasar menunjukkan BTC sempat kembali mendekati US$87.000, tetapi belum mampu mempertahankan level tersebut secara konsisten.
Tiga Sinyal yang Menopang Bitcoin
Analisis tersebut melihat setidaknya tiga faktor teknikal yang masih mendukung prospek Bitcoin.
Pertama, Bitcoin masih berada di atas high Mei yang berada di sekitar US$82.800. Kedua, penutupan bulanan BTC berada di atas moving average 50 pekan, yang secara historis kerap menjadi salah satu indikator penting dalam perubahan tren jangka menengah.
Ketiga, tren penurunan yang dimulai pada Oktober 2025 dinilai telah berakhir setelah Bitcoin berhasil menembus high utama sebelumnya. Sejak titik terendah pada Juli, pergerakan BTC juga menunjukkan pola higher high dan higher low.
Kendati demikian, kondisi tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa Bitcoin telah memasuki fase kenaikan berikutnya.
US$82.000 Jadi Level Penting BTC
Area US$81.600–US$82.937 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan investor dan pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk menguji resistance berikutnya masih terbuka. Sebaliknya, apabila support tersebut ditembus ke bawah, perhatian pasar berpotensi bergeser ke level US$78.200 yang berdekatan dengan moving average 50 pekan, kemudian US$75.000.
Dengan harga Bitcoin saat ini masih berada di kisaran US$86.000-an, pasar juga menunggu apakah BTC mampu menembus high pada 2 Oktober.
Penembusan level tersebut dapat menjadi konfirmasi awal bahwa Bitcoin mulai memasuki fase kenaikan berikutnya menuju target US$92.000 dan US$97.000.
BTC Masih Butuh Konfirmasi
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan adanya ruang untuk melanjutkan pemulihan, tetapi pasar masih membutuhkan konfirmasi dari sisi momentum dan volume.
“Bitcoin saat ini masih berada dalam fase yang menarik karena struktur kenaikannya belum rusak. Namun, level resistance tetap menjadi kunci. Jika BTC mampu menembus high sebelumnya dengan dukungan volume dan permintaan yang lebih kuat, peluang untuk bergerak menuju US$92.000 akan semakin terbuka. Setelah itu, US$97.000 bisa menjadi target berikutnya yang diperhatikan pasar,” kata Yudho.
Menurut Yudho, area US$81.000–US$83.000 juga menjadi zona penting untuk mengukur apakah penguatan Bitcoin saat ini merupakan kelanjutan tren atau hanya reli sementara.
“Perlu diperhatikan bukan hanya seberapa tinggi Bitcoin bisa naik, tetapi juga seberapa kuat harga bertahan ketika terjadi koreksi. Selama area support utama masih terjaga, struktur bullish masih memiliki ruang. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, pasar perlu mengantisipasi perubahan momentum dan potensi koreksi yang lebih dalam,” lanjutnya.
Belum Ada Konfirmasi Bitcoin Menuju US$97.000
Di sisi lain, analisis teknikal tersebut belum memberikan konfirmasi penuh bahwa Bitcoin akan langsung bergerak menuju US$92.000 atau US$97.000.
Pemulihan dari level terendah 28 September disebut berlangsung dalam tiga tahap, sebuah pola yang dapat menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat. Bitcoin juga masih bergerak dalam rentang perdagangan sehingga arah tren jangka pendek belum sepenuhnya jelas.
Selain itu, Bitcoin perlu menembus resistance dari high 2 Oktober untuk memberikan sinyal bahwa fase kenaikan berikutnya telah dimulai.
Kondisi pasar yang relatif tenang juga menjadi perhatian. Periode volatilitas rendah sebelumnya pernah diikuti oleh pergerakan besar, sehingga perubahan volatilitas menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Jika Terjadi Koreksi, Area Ini Perlu Diperhatikan
Skenario bullish tidak berarti Bitcoin terbebas dari risiko koreksi. Apabila reli saat ini akhirnya membentuk puncak, analisis tersebut memperkirakan Bitcoin dapat mengalami pullback menuju zona support yang lebih luas di US$63.326–US$74.800.
Koreksi tersebut, apabila terjadi, dapat membentuk higher low sebelum Bitcoin kembali mencoba melanjutkan tren menuju level tertinggi sepanjang masa.
Dengan demikian, pergerakan Bitcoin pada pekan ini akan sangat bergantung pada dua skenario utama. Bertahan di atas US$81.600–US$82.937 dan menembus resistance dapat membuka peluang menuju US$92.000 hingga US$97.000.
Sebaliknya, kehilangan support tersebut dapat membuat pasar kembali menguji level US$78.200 dan US$75.000.
Pergerakan harga Bitcoin tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi, arus dana institusional, sentimen pasar, dan perubahan likuiditas global. Karena itu, level teknikal tersebut sebaiknya dipandang sebagai referensi analisis, bukan kepastian arah harga.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Menjaga Lingkungan, Menguatkan Keberlanjutan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Aksi Lingkungan Sepanjang 2026
-
PTPN Group Beri Penghargaan Masa Pengabdian kepada 1.239 Nusantara Planters PTPN IV PalmCo di Riau
-
Mengapa Anak Punya Wangi Favorit? Ini Cerita di Balik Wangi B&B yang Menemani Anak Aktif Seharian
-
Zentara Jelaskan Pentingnya Menghubungkan Threat Detection dengan Respons Keamanan
-
Brewkasi 2026 Bawa Serunya Dunia Kopi ke GGP
Tasmania is rethinking its coronial system. Could it help prevent more deaths?
MAR CO TALENT MANAGEMENT Expands with New Branch in Pagsanjan, Laguna to Discover and Promote Local Filipino Talent Globally
Menjaga Lingkungan, Menguatkan Keberlanjutan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Aksi Lingkungan Sepanjang 2026