{"id":41682,"date":"2026-03-11T19:02:34","date_gmt":"2026-03-11T10:02:34","guid":{"rendered":"https:\/\/seareporthub.com\/?p=41682"},"modified":"2026-03-11T19:02:34","modified_gmt":"2026-03-11T10:02:34","slug":"tarif-baja-era-trump-tegaskan-baja-sebagai-instrumen-geopolitik-krakatau-steel-tangkap-peluang-penguatan-industri-strategis-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seareporthub.com\/?p=41682","title":{"rendered":"Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional"},"content":{"rendered":"<p>\nJakarta, 11 Maret 2026 &#8211; Dinamika perdagangan global yang semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen geopolitik membuka peluang strategis bagi penguatan industri baja nasional. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbkp\/Krakatau Steel Group erubahan ini menegaskan pentingnya baja sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi sekaligus fondasi ketahanan industri.\n<\/p>\n<p>Direktur Utama PT<br \/>\nKrakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa realitas<br \/>\nglobal tersebut harus dibaca sebagai peluang untuk memperkuat fondasi industri<br \/>\nbaja nasional secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cBaja<br \/>\nkini diakui secara global sebagai komoditas strategis yang menentukan ketahanan<br \/>\nindustri dan ekonomi suatu negara. Bagi Krakatau Steel, ini menjadi momentum<br \/>\nuntuk memperkuat posisi sebagai industri baja nasional yang berdaya saing,<br \/>\nefisien, dan mampu mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia,\u201d ujar<br \/>\nDr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel<br \/>\nIndustry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder<br \/>\nIndonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p><b>Momentum bagi Penguatan Daya<br \/>\nSaing Baja Nasional<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Bagi<br \/>\nKrakatau Steel Group, perubahan lanskap global ini mempertegas nilai strategis<br \/>\nbaja nasional sebagai tulang punggung pembangunan dan ketahanan ekonomi.<br \/>\nPergeseran dari rezim perdagangan netral menuju rezim berbasis kepentingan<br \/>\nnasional menciptakan ruang bagi negara untuk memperkuat industri bajanya secara<br \/>\nlebih terintegrasi.\u00a0<\/p>\n<p>Dr.<br \/>\nAkbar Djohan menambahkan, penguatan industri baja nasional juga berperan<br \/>\npenting dalam menjaga kepercayaan investor, karena menunjukkan adanya arah<br \/>\nkebijakan yang konsisten dalam melindungi sektor strategis dari volatilitas<br \/>\ngeopolitik global.\u00a0<\/p>\n<p><b>Tarif Berubah Fungsi: Dari<br \/>\nInstrumen Ekonomi ke Bahasa Kekuasaan<\/b><b><\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Pengamat<br \/>\nIndustri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel &amp; Mining<br \/>\nInsights menjelaskan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden<br \/>\nDonald Trump, termasuk ancaman terhadap negara-negara Eropa dan NATO terkait<br \/>\nisu Greenland, menunjukkan bahwa perdagangan baja global tidak lagi sepenuhnya<br \/>\nbergerak dalam logika pasar. Baja kini diposisikan sebagai instrumen kekuasaan<br \/>\ndan keamanan nasional, sebuah realitas yang harus dibaca sebagai sinyal bisnis<br \/>\ndan strategi jangka panjang bagi industri baja Indonesia.<\/p>\n<p>Widodo<br \/>\nmenilai bahwa kasus Greenland menandai babak baru dalam perdagangan global, di<br \/>\nmana tarif digunakan sebagai alat tekanan politik, bukan lagi sekadar koreksi<br \/>\ndistorsi pasar. \u201cUntuk pertama kalinya secara sangat terbuka, tarif tidak lagi<br \/>\ndikaitkan dengan dumping atau lonjakan impor, tetapi dijadikan tuas untuk<br \/>\nmemengaruhi sikap politik negara lain. Dalam konteks ini, perdagangan telah<br \/>\nbertransformasi menjadi bahasa kekuasaan,\u201d ujar Widodo.<\/p>\n<p>Menurutnya,<br \/>\nakses pasar Amerika Serikat kini diperlakukan sebagai leverage strategis,<br \/>\nbahkan untuk isu yang berada di luar domain perdagangan. Pergeseran ini<br \/>\nmengaburkan batas antara kebijakan ekonomi, keamanan nasional, dan politik luar<br \/>\nnegeri.<\/p>\n<p><b>Ketahanan Industri dan<br \/>\nKedaulatan Ekonomi<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Pergeseran<br \/>\nperdagangan baja global ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik<br \/>\nIndonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi<br \/>\nnasional, hilirisasi industri, dan kemandirian sektor strategis. Industri baja<br \/>\ntidak lagi dapat diposisikan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai<br \/>\ninstrumen kedaulatan ekonomi.<\/p>\n<p>Dalam<br \/>\nkonteks ini, Krakatau Steel terus mendorong transformasi bisnis, efisiensi<br \/>\noperasional, serta penguatan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan jangka<br \/>\npanjang. Strategi tersebut tidak hanya menjawab tantangan global, tetapi juga<br \/>\nmemastikan bahwa industri baja nasional menjadi bagian integral dari arsitektur<br \/>\nketahanan ekonomi Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan<br \/>\ndinamika global yang semakin menempatkan baja sebagai komoditas strategis,<br \/>\nKrakatau Steel Group memandang penguatan industri baja nasional bukan sekadar<br \/>\nrespons defensif, melainkan peluang bisnis untuk membangun industri yang<br \/>\ntangguh, bernilai tambah tinggi, dan relevan dalam peta kepentingan strategis<br \/>\nglobal.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/999fac09-da14-4d4d-80c3-83aa15ae3389\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 11 Maret 2026 &#8211; Dinamika perdagangan global yang semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41683,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-41682","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41682"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41682\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/41683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}