{"id":42394,"date":"2026-03-27T20:02:38","date_gmt":"2026-03-27T11:02:38","guid":{"rendered":"https:\/\/seareporthub.com\/?p=42394"},"modified":"2026-03-27T20:02:38","modified_gmt":"2026-03-27T11:02:38","slug":"paradoks-ekspor-baja-tiongkok-dan-pentingnya-perlindungan-industri-baja-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seareporthub.com\/?p=42394","title":{"rendered":"Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 27 Maret 2026 &#8211; Dominasi ekspor baja Tiongkok kerap dipersepsikan sebagai bukti keunggulan daya saing global. Namun, analisis lebih dalam menunjukkan paradoks mendasar: ekspor baja Tiongkok justru berlangsung bersamaan dengan rapuhnya profitabilitas industri di dalam negeri. Kondisi ini menegaskan bahwa volume ekspor besar tidak otomatis mencerminkan industri yang efisien dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Bagi PT Krakatau<br \/>\nSteel (Persero) Tbk\/Krakatau Steel Group fenomena ini menegaskan pentingnya<br \/>\nkehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Sebagai<br \/>\ntulang punggung pembangunan dan penopang hilirisasi industri, industri baja<br \/>\nmembutuhkan ekosistem usaha yang adil dan berimbang agar investasi jangka<br \/>\npanjang tetap terjaga.<\/p>\n<p>Direktur<br \/>\nUtama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa<br \/>\npersaingan harga baja global saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dalam <i>level<br \/>\nplaying field<\/i>. \u201cIndustri baja nasional, termasuk Krakatau Steel Group,<br \/>\nmembutuhkan kepastian kebijakan agar investasi dan transformasi bisnis yang<br \/>\nkami jalankan tidak tergerus oleh praktik perdagangan yang terdistorsi,\u201d jelas<br \/>\nDr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron<br \/>\n&amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp;<br \/>\nForwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).\u00a0<b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Tekanan Global Akibat Harga Baja<br \/>\nyang Tertekan<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Pengamat<br \/>\nIndustri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel &amp; Mining<br \/>\nInsights menilai ekspor baja Tiongkok lebih merupakan saluran penyaluran<br \/>\ntekanan domestik akibat kelebihan kapasitas dan melemahnya permintaan dalam<br \/>\nnegeri. \u201cDalam struktur industri yang mengalami tekanan profitabilitas luas,<br \/>\nekspor tidak lagi mencerminkan daya saing sehat, melainkan respons defensif<br \/>\nuntuk menjaga operasi tetap berjalan,\u201d ujar Widodo.<\/p>\n<p>Arus<br \/>\nekspor baja Tiongkok dalam skala besar telah berdampak nyata terhadap industri<br \/>\nbaja di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Asia. Penurunan utilisasi,<br \/>\npenyempitan margin, hingga penutupan fasilitas produksi menjadi fenomena lintas<br \/>\nnegara. Kondisi ini mendorong lebih dari 60 negara menerapkan ratusan instrumen<br \/>\npengamanan perdagangan sebagai upaya korektif terhadap distorsi harga global.<\/p>\n<p>Widodo<br \/>\nmenegaskan, maraknya penerapan trade remedies menunjukkan bahwa harga ekspor<br \/>\nbaja Tiongkok dinilai tidak wajar secara ekonomi dan menimbulkan kerugian<br \/>\nmaterial bagi industri domestik negara pengimpor. \u201cIni bukan proteksionisme<br \/>\nsemata, melainkan respons sistemik atas distorsi struktural yang diekspor ke<br \/>\npasar global,\u201d jelasnya.<b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><b>Momentum<br \/>\nPenguatan Baja Nasional<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Penguatan<br \/>\ninstrumen perlindungan perdagangan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI,<br \/>\nkhususnya dalam membangun kedaulatan ekonomi dan memperkuat industri strategis<br \/>\nnasional. Perlindungan yang tepat sasaran bukan untuk menutup pasar, melainkan<br \/>\nmemastikan persaingan yang adil serta menjaga keberlanjutan industri dalam<br \/>\nnegeri.<\/p>\n<p>\u00a0\u201cIndustri<br \/>\nbaja yang sehat adalah fondasi pembangunan nasional. Dengan kebijakan yang<br \/>\ntepat, kami optimistis industri baja Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan dan<br \/>\nmemberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi negara,\u201d tutup Dr.<br \/>\nAkbar Djohan.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/02feb5dd-6e6e-497a-897c-121c3f6b7f4e\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 27 Maret 2026 &#8211; Dominasi ekspor baja Tiongkok kerap dipersepsikan sebagai bukti keunggulan daya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42395,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-42394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}