{"id":45394,"date":"2026-05-30T12:02:39","date_gmt":"2026-05-30T03:02:39","guid":{"rendered":"https:\/\/seareporthub.com\/?p=45394"},"modified":"2026-05-30T12:02:39","modified_gmt":"2026-05-30T03:02:39","slug":"geliat-bisnis-batu-bara-menguat-di-triwulan-ii-kinerja-kai-logistik-lampaui-target","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seareporthub.com\/?p=45394","title":{"rendered":"Geliat Bisnis Batu Bara Menguat di Triwulan II, Kinerja KAI Logistik Lampaui Target"},"content":{"rendered":"<p>Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Perseroan mencatatkan geliat kinerja khususnya pada segmen penanganan batu bara yang dilayani melalui KALOG Pro. Momentum positif tersebut didorong kinerja dengan capaian volume tertinggi pada April 2026 sebesar 936.244 ton, atau meningkat lebih dari 11% dibandingkan bulan sebelumnya Maret 2026 yang berada di kisaran 847 ribu ton. Kinerja tersebut juga melampaui 21% dari target April 2026, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi komoditas energi strategis melalui moda perkeretaapian.<\/p>\n<p>Direktur Utama KAI<br \/>\nLogistik, Yuskal Setiawan menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan mulai<br \/>\nmenguatnya pergerakan bisnis batu bara pada triwulan kedua, sekaligus menjadi<br \/>\nindikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai<br \/>\nsolusi logistik yang andal, efisien, dan berkelanjutan. <\/p>\n<p>&#8220;Peningkatan<br \/>\nvolume pada April menjadi sinyal positif terhadap penguatan aktivitas<br \/>\ndistribusi batu bara. Selain dipengaruhi kebutuhan energi yang tetap kuat,<br \/>\ncapaian ini juga merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas<br \/>\nlayanan melalui optimalisasi infrastruktur terminal bongkar muat,&#8221; ujar<br \/>\nYuskal.<\/p>\n<p>Salah satu<br \/>\nstrategi yang menjadi mendorong peningkatan tersebut adalah pengoperasian <i>Container<br \/>\nYard<\/i> (CY) 2 Merapi sejak Maret 2026. Kehadiran infrastruktur ini menjadi<br \/>\nbagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan angkutan batu<br \/>\nbara sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik di wilayah operasional.<\/p>\n<p>CY 2 Merapi\u00a0 diproyeksikan mampu<br \/>\nmelayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun. Dengan pengoperasian<br \/>\noptimal pada dua jalur, kapasitas layanan bahkan berpotensi meningkat hingga 10<br \/>\nrangkaian kereta api per hari. Secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan<br \/>\ndapat berkontribusi terhadap angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun,<br \/>\nsehingga memperkuat kapasitas distribusi komoditas energi nasional.<\/p>\n<p>KAI Logistik<br \/>\noptimis layanan penanganan batu bara akan terus menjadi salah satu penopang<br \/>\nutama kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026. Dengan kapasitas angkut mencapai<br \/>\n27 juta ton per tahun, KAI Logistik berperan sebagai bagian dari ekosistem<br \/>\nstrategis dalam rantai pasok energi nasional melalui layanan yang tersedia di<br \/>\nenam terminal batu bara di Sumatera Selatan.<\/p>\n<p>Sebagai penyedia<br \/>\nlayanan logistik berbasis kereta api, KAI Logistik terus memperkuat kapasitas<br \/>\ndan keandalan layanan guna mendukung sektor energi nasional. Optimalisasi<br \/>\nterminal bongkar muat, penguatan kapasitas angkut, dan peningkatan kualitas<br \/>\nlayanan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan distribusi<br \/>\nbatu bara berjalan aman, tepat waktu, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Ke depan, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut<br \/>\nseiring peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan distribusi energi nasional.<br \/>\nKAI Logistik akan terus beradaptasi terhadap kebutuhan industri melalui<br \/>\npenguatan infrastruktur dan layanan yang semakin andal,&#8221; tutup Yuskal.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/f07f4793-cd97-4c4e-9fe7-a876d17a953c\/332f0e9a-c546-4178-9cb2-d44f426f2f92\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Perseroan mencatatkan geliat kinerja khususnya pada segmen penanganan batu bara<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45395,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-45394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/45395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seareporthub.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}