Indigo bantu pelaku usaha lokal rancang strategi bisnis adaptif dan konten pemasaran yang menjangkau wisatawan modern
Labuan Bajo dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Namun, pelaku usaha di daerah ini masih menghadapi tantangan dalam menyusun strategi bisnis yang kontekstual dan adaptif. Banyak UMKM belum memiliki model usaha yang terstruktur, sehingga sulit bersaing di pasar yang semakin kompetitif, terutama saat tren wisata berubah pasca-pandemi dan kebutuhan akan transformasi digital tak lagi bisa diabaikan.
Melihat kebutuhan pelaku usaha wisata akan model bisnis yang adaptif dan pemasaran yang tepat sasaran, Telkom Indonesia melalui Indigo, menginisiasi Business Clinic Indigo Series di Indigospace Labuan Bajo. Episode pertama yang digelar pada Jumat, 13 Juni 2025 ini mengangkat tema “Lean Canvas dan Strategi Pemasaran di Daerah Pariwisata”, diikuti oleh 18 peserta dari kalangan pelaku UMKM, mahasiswa kewirausahaan, serta praktisi lokal sektor pariwisata di wilayah Manggarai Barat.
Di episode perdana ini, peserta tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi terlibat aktif menyusun model bisnis mereka menggunakan pendekatan Lean Canvas yang relevan dengan konteks usaha wisata lokal. Dipandu oleh Mershinta Rahmadani, Business and Community Lead Indigospace Labuan Bajo, serta Fitri Ciptosari, Dosen Manajemen Pemasaran Internasional dari Politeknik Pariwisata El Bajo Commodus, sesi ini memantik diskusi terbuka, refleksi mendalam, dan praktik langsung menyusun strategi promosi yang efektif, mulai dari memahami marketing funnel hingga merancang konten yang otentik dan mampu menjangkau karakter wisatawan yang berbeda.
“UMKM pariwisata membutuhkan pendekatan yang sederhana namun tajam agar bisa bertahan di tengah dinamika pasar wisata. Melalui pendekatan Lean Canvas, pelaku usaha dapat mengenali kekuatan, tantangan, serta potensi bisnis mereka secara lebih strategis dan kontekstual,” ungkap Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Patricia menambahkan bahwa promosi yang efektif di daerah pariwisata menuntut pemahaman mendalam terhadap karakter wisatawan, dan di sinilah pentingnya konten lokal, personal branding, serta storytelling yang kuat untuk membangun koneksi emosional dengan pasar.
Melalui sesi praktik dan diskusi intensif, peserta mendapatkan manfaat nyata dalam membangun fondasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Format terbatas memungkinkan interaksi langsung dengan fasilitator, sehingga tiap peserta mendapat bimbingan yang sesuai dengan kondisi usahanya. Aktivitas ini juga memperkuat jejaring antar pelaku usaha dan membuka ruang kolaborasi lokal untuk memperkuat ekosistem pariwisata Manggarai Barat.
Melalui Business Clinic ini, Telkom Indonesia melalui Indigo menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem wirausaha yang tangguh dan kontekstual di daerah pariwisata. Seri ini dirancang untuk terus menjawab kebutuhan pelaku usaha lokal dengan topik-topik strategis seperti digitalisasi layanan, penguatan branding, hingga manajemen keuangan. Indigo berharap inisiatif ini dapat menjadi titik temu antara pengetahuan praktis dan peluang nyata, sehingga semakin banyak usaha lokal yang siap bersaing, berkembang, dan menciptakan dampak berkelanjutan di daerahnya masing-masing.
You may also like
-
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
-
Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Resmi Hadir di Kota Tegal
-
KAI Optimalkan Peran LRT Jabodebek sebagai Official Mobility Partner Muslim LifeFair 2026
-
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
-
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Resmi Hadir di Kota Tegal
Bali Villa Compliance Update 2026: New Rules, New Expectations for Property Owners