PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus berkomitmen melakukan inovasi ramah lingkungan mendukung program keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi sampah botol plastik sekali pakai. Terbaru, KAI Daop 2 Bandung menambah fasilitas Drinking Water Station atau Tempat Air Minum Gratis di Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Banjar sejak 24 Juli 2025. Kini terdapat empat stasiun KA Jarak Jauh di wilayah Daop 2 Bandung yang menyediakan fasilitas air minum gratis bagi pelanggan, yaitu Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Tasikmalaya, dan Stasiun Banjar. Selain di stasiun KA jarak jauh, KAI dan KAI Commuter juga telah menyediakan fasilitas drinking water station di 12 stasiun layanan KA lokal di wilayah Daop 2 Bandung, yakni di Stasiun Purwakarta, Padalarang, Gadobangkong, Cimahi, Cimindi, Ciroyom, Bandung, Cikudapateuh, Kiaracondong, Gedebage, Rancaekek, dan Cicalengka
Bandung, Jawa Barat – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus berkomitmen melakukan inovasi ramah lingkungan mendukung program keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi sampah botol plastik sekali pakai. Terbaru, KAI Daop 2 Bandung menambah fasilitas Drinking Water Station atau Tempat Air Minum Gratis di Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Banjar sejak 24 Juli 2025. Dengan penambahan ini, kini terdapat empat stasiun KA Jarak Jauh di wilayah Daop 2 Bandung yang menyediakan fasilitas air minum gratis bagi pelanggan, yaitu Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Tasikmalaya, dan Stasiun Banjar.
“Penambahan fasilitas Drinking Water Station ini merupakan bentuk nyata komitmen KAI Daop 2 Bandung dalam meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus sebagai langkah konkret mendukung ramah lingkungan dengan upaya pengurangan sampah botol plastik sekali pakai. Kami ingin memberikan kemudahan bagi pelanggan yang membawa botol minum sendiri agar tetap terhidrasi selama berada di area stasiun,” ujar Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo.
Selain memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, inisiatif ini juga menjadi bagian dari langkah strategis KAI dalam mewujudkan layanan transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. KAI mendorong seluruh pelanggan untuk mulai mengurangi konsumsi air dalam kemasan sekali pakai dan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di stasiun.
Selain di stasiun KA jarak jauh, KAI dan KAI Commuter juga telah menyediakan fasilitas drinking water station di 12 stasiun layanan KA lokal di wilayah Daop 2 Bandung, yakni di Stasiun Purwakarta, Padalarang, Gadobangkong, Cimahi, Cimindi, Ciroyom, Bandung, Cikudapateuh, Kiaracondong, Gedebage, Rancaekek, dan Cicalengka
KAI Daop 2 Bandung mengimbau agar pelanggan kereta api dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan membawa botol minum pribadi, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan stasiun. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan, sekaligus menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga lingkungan.
“Kami berharap kehadiran Drinking Water Station ini menjadi salah satu langkah kecil namun berarti dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, termasuk di area stasiun,” pungkas Kuswardojo.
*_Salam_*
*_Kuswardojo_*
*_Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung_*
You may also like
-
Mengupas Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik
-
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
-
Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis
-
KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah
-
Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees
Mengupas Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik
Power Energy & Solar Uganda Expo 2026 Set to Drive Clean Energy Growth in East Africa from May 21, 2026 at Kampala, Uganda
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung