Cilegon 18 Agustus 2025 – Di tengah meningkatnya ancaman siber infrastruktur industri, Krakatau Steel Group/PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersinergi dalam upaya memperkuat ketahanan siber di lingkungan Krakatau Steel Group. Sinergi ini menjadi bagian dari langkah kolektif yang progresif untuk menciptakan ekosistem digital yang tangguh dan aman, sejalan dengan visi transformasi digital sektor industri nasional.
Sebagai pilar teknologi dalam
Krakatau Steel Group melalui Krakatau IT turut berperan aktif dalam mendukung
pembentukan dan penguatan tim tanggap keamanan siber internal. Hingga saat ini,
telah terbentuk dua tim tanggap, yakni Krakatau Steel-Computer Security
Incident Response Team (KS-CSIRT) dan Krakatau Sarana Infrastruktur Grup-Computer
Security Incident Response Team (KSIG-CSIRT). Krakatau IT menjadi bagian
integral dari KS-CSIRT & KSIG-CSIRT melalui dukungan teknis, operasional,
dan strategis penanganan insiden keamanan siber.
Direktur Utama Krakatau IT, Bambang
Wahyuagung, menyatakan bahwa penguatan sinergi dengan BSSN merupakan langkah
penting dalam mengakselerasi kesiapan siber di sektor industri strategis.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini
bukan hanya tentang mitigasi risiko, tapi juga tentang membangun budaya
kesadaran keamanan siber yang berkelanjutan di seluruh ekosistem Krakatau Steel
Group. Lewat KS-CSIRT & KSIG-CSIRT, Krakatau IT berkomitmen menjadi garda
terdepan dalam menjaga keamanan sistem teknologi informasi dan infrastruktur
digital,” ungkap Bambang.
Sebagai bagian dari sinergi
berkelanjutan, Krakatau Steel Group & BSSN menggelar kegiatan Koordinasi
Peningkatan Kematangan Keamanan Siber dan Identifikasi Infrastruktur Informasi
Vital di Cilegon. Adapun kegiatan ini berfokus pada penguatan prosedur
operasional KS-CSIRT dan KSIG-CSIRT sebagai bagian dari respon terintegrasi
terhadap ancaman digital.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi
Industri BSSN, Cahyono Adhifatra, menegaskan komitmen BSSN untuk memperkuat
postur keamanan siber nasional, khususnya di sektor industri strategis seperti
KS Group.
“Melalui sinergi ini, kami akan meningkatkan
keamanan siber secara menyeluruh di lingkungan KS Group. Langkah awalnya adalah
melakukan identifikasi terhadap potensi kerentanan dan risiko yang ada di
sistem, baik dari dalam atau luar. Selanjutnya, kami akan menilai apakah
terdapat potensi insiden yang berdampak secara luas,” ujar Cahyono.
Krakatau IT juga terus memperkuat kapabilitas
internal melalui pelatihan teknis, adopsi teknologi terbaru, dan pengembangan
standar operasional yang adaptif terhadap dinamika ancaman siber. Seluruh
langkah ini menjadi bagian dari komitmen Krakatau IT dalam mendukung
transformasi digital industri yang aman dan berkelanjutan.
Kekuatan Krakatau IT bagian dari
Krakatau Steel Group yang dipimpin Akbar Djohan sebagai Direktur Utama dimana
sebagai BUMN tetap fokus sebagai entitas bisnis yang juga berkomitment
meningakatkan ekonomi Rakyat Indonesia.
You may also like
-
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
-
Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis
-
KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah
-
Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees
-
Perjanjian Perairan Indus: Kewajiban Asimetris, Konsesi yang Tidak Setara, dan Persenjataan Pakistan
Power Energy & Solar Uganda Expo 2026 Set to Drive Clean Energy Growth in East Africa from May 21, 2026 at Kampala, Uganda
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis