Harga emas (XAUUSD) melesat ke rekor baru awal pekan ini, menunjukkan kekuatan tren yang sulit dibendung. Pada perdagangan Senin (15/9), XAUUSD menembus level tertinggi sebelumnya di $3.674 dan mencatat posisi baru di $3.682. Pada Selasa pagi (16/9), harga masih bertahan di sekitar $3.689, menegaskan momentum positif yang terus terjaga.
Katalis utama penguatan emas datang dari meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 16–17 September. Pasar secara dominan memproyeksikan pemotongan sebesar 25 basis poin (bp), sementara sebagian pelaku melihat peluang pemangkasan yang lebih agresif hingga 50 bp. Prospek pelonggaran kebijakan ini menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke posisi terendah dalam sepekan, sekaligus mendorong Dolar AS melemah—kombinasi yang mendukung reli harga logam mulia.
Sinyal pelonggaran semakin kuat usai revisi besar pada data tenaga kerja AS. Laporan terbaru menunjukkan kenaikan pekerjaan antara April 2024 hingga Maret 2025 ternyata terlebih catat 911 ribu, memunculkan kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja sedang mengalami pelemahan. Sikap Ketua The Fed Jerome Powell yang lebih akomodatif pada Simposium Jackson Hole akhir Agustus kian mempertegas ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih cepat. Bahkan Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendorong The Fed untuk memotong suku bunga “lebih besar dari yang dia pikirkan Powell”.
Dari sisi teknikal, Andy Nugraha, analis Dupoin Futures Indonesia, menyoroti bahwa gabungan pola candlestick dan sinyal Moving Average mengindikasikan tren bullish emas masih dominan. “Jika momentum beli berlanjut, XAUUSD memiliki peluang besar menembus level $3.700 dalam waktu dekat,” jelasnya. Namun ia mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap ada jika terjadi aksi ambil untung. “Apabila harga gagal menembus level tersebut, area $3.675 menjadi support terdekat yang patut diwaspadai,” tambahnya.
Selain FOMC, pelaku pasar juga menanti data Penjualan Ritel AS yang akan dirilis Selasa malam, karena dapat memengaruhi proyeksi inflasi dan arah kebijakan moneter. Di Washington, Senat AS dijadwalkan melakukan voting terhadap Dr. Stephen Miran, calon anggota dewan The Fed dari Presiden Trump. Persetujuan Miran akan memberinya kesempatan langsung terlibat dalam pertemuan kebijakan minggu ini, menambah lapisan ketidakpastian bagi pasar.
Di sisi lain, data University of Michigan (UoM) pekan lalu menunjukkan penurunan Indeks Sentimen Konsumen dari 58,2 menjadi 55,4, menandakan meningkatnya pesimisme publik terhadap prospek ekonomi AS. Ekspektasi inflasi satu tahun bertahan di 4,8%, sementara proyeksi lima tahun naik menjadi 3,9%, menambah alasan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.
Secara keseluruhan, perpaduan sentimen pasar, pelemahan Dolar AS, dan penurunan imbal hasil obligasi memperkuat potensi penguatan emas menuju $3.700. Meski demikian, menjelang keputusan penting The Fed, volatilitas pasar logam mulia diperkirakan akan meningkat tajam sehingga para trader disarankan tetap mengelola risiko dengan disiplin.
You may also like
-
Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama
-
KAI Daop 7 Madiun Tindak Tegas Kasus Pelemparan KA Jayakarta Premium, Pelaku Berhasil Diamankan
-
Svarael Foundation Meluncurkan Infrastruktur “Penambangan Bahasa” Terdesentralisasi yang Ditenagai oleh Token Utilitas SRAL
-
Mesin Ekonomi Pertanian: Bagaimana Token AZOE Menggerakkan Protokol Agryzome
-
Proxethix Mengungkap Model Ekonomi: Bagaimana Token PREI Menggerakkan Infrastruktur AI yang Berdaulat
Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama
GN Club × OKX Wallet Trading Battlegrounds Advances to IRL Finals on January 30, 2026
Responding to Changing Musculoskeletal Care Needs in an Ageing, More Informed Population