Subang, 23 Oktober 2025 – Desa Koranji di Kabupaten Subang kini menjadi contoh nyata bagaimana penghijauan berbasis komunitas dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Program kolaborasi masyarakat dengan platform konservasi LindungiHutan telah mendorong penanaman alpukat dan rehabilitasi hutan rakyat, sekaligus mengubah lahan tandus bekas galian menjadi area hijau yang produktif.
Detty Sumiyati, penyuluh kehutanan yang mendampingi 23 kecamatan, termasuk Purwodadi, mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat di Desa Koranji dimulai sejak April 2023. “Awalnya saya kenal dengan LindungiHutan lewat Mba Widya. Mereka menawarkan paket penanaman alpukat yang sesuai dengan kebutuhan warga. Di lokasi ini, selain tanaman rambutan yang nilai ekonominya menurun, warga juga menanam padi, tapi paket ini cocok untuk hutan rakyatnya sehingga berdampak ganda,” ujarnya.
Kegiatan penanaman ini bukan hanya menyuburkan lahan, tetapi juga memicu minat masyarakat di sekitar. Menurut Detty, kelompok tani Bima Tunas Sejahtera menjadi stimulan bagi warga lain yang belum terlibat. “Masyarakat yang awalnya tidak ikut, melihat keberhasilan penanaman alpukat, kini mulai menanam pohon sendiri. Mereka menyadari bahwa alpukat varietas Miki lebih menguntungkan daripada rambutan atau mentega,” katanya. Meski skala penanaman saat ini masih sekitar 300–1.000 pohon, aktivitas ini sudah mendorong perdagangan buah lokal ke pasar induk terdekat, memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan.
<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/prd/dfead554-a6e2-432a-bb5c-8ca17cf8c787/public" alt="Penanaman pohon alpukat di lahan Desa Koranji (Foto: Tim LindungiHutan)” />
Selain dampak ekonomi, program LindungiHutan membawa perubahan signifikan pada lingkungan. Sebelumnya, lahan bekas galian tanah di Koranji sangat tandus, rawan longsor dan banjir akibat erosi. “Sekarang, setelah ditanami akasia dan alpukat, area ini mulai hijau kembali. Kami juga membuat DAM penahan untuk mengurangi erosi akibat aliran sungai deras,” terang Detty. Hingga awal 2025, LindungiHutan telah melaksanakan empat kegiatan penanaman di Desa Koranji, dan memperluas ke kelompok tani Karya Lestari serta KTH Mulia Bakti di kecamatan Purwodadi.
Pendekatan LindungiHutan yang memberdayakan masyarakat secara langsung juga mendapat apresiasi. “Yang membuat berbeda, LindungiHutan benar-benar menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat. Dari bibit hingga pengolahan lahan, mereka melibatkan warga lokal. Harapan saya, ke depannya LindungiHutan tidak hanya menanam pohon, tetapi juga memperluas program pelatihan, edukasi, dan peningkatan SDM masyarakat,” kata Detty.
Program ini menjadi contoh nyata bahwa konservasi hutan tidak hanya soal menanam pohon, tetapi juga membangun komunitas yang sadar lingkungan dan produktif secara ekonomi. Kolaborasi ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal merupakan kunci keberlanjutan setiap program penghijauan.
You may also like
-
Bitcoin Tertahan Ketidakpastian Regulasi AS, Bittime Ajak Investor Perkuat Pemahaman Risiko dan Literasi Finansial
-
Tiket KA Rajabasa Siap Dipesan, Sambut Masa Libur Lebaran
-
KAI Daop 7 Madiun Imbau Pelanggan Atur Waktu Keberangkatan Imbas Kegiatan “Stasiun Ngangen” di Kediri
-
Lebaran Segera Tiba, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Penjulan Tiket Masa Angkutan Lebaran 2026
-
YWWSDC Mencapai Terobosan di Indonesia: Memajukan Permohonan Lisensi OJK dengan Perkiraan Persetujuan pada Bulan Juni
RAMADAN BUFFET SAJIAN DARUL EHSAN VOL. 3 RETURNS TO THE TABLE, WHERE SELANGOR’S FLAVOURS FEEL LIKE HOME AGAIN
Bitcoin Tertahan Ketidakpastian Regulasi AS, Bittime Ajak Investor Perkuat Pemahaman Risiko dan Literasi Finansial
Tiket KA Rajabasa Siap Dipesan, Sambut Masa Libur Lebaran