Di tengah upaya BINUS University untuk mencetak talenta berwawasan global, salah satu mahasiswi Computer Science Global Class BINUS @Alam Sutera, Angeline Mary Marchella, menjadi contoh nyata mahasiswa yang memanfaatkan peluang internasional melalui program Study Abroad. Angeline menjalani satu semester penuh di Beijing Institute of Technology (BIT), salah satu universitas terkemuka di Tiongkok yang dikenal akan kemajuan teknologi dan risetnya.
Selama mengikuti program ini, Angeline memperluas wawasan akademiknya dengan belajar lintas disiplin. Selain memperdalam ilmu Computer Science, ia juga mengambil mata kuliah dari jurusan Teknik dan Ekonomi seperti Computer Controlled System, Sensors and Measurement, Microeconomics, Digital Finance, dan Money and Banking. “Kesempatan ini sangat berharga karena saya bisa memahami bagaimana ilmu komputer dapat diimplementasikan di bidang lain,” ungkap Angeline.
Tak hanya di ruang kelas, pengalaman internasionalnya juga terbentuk melalui keterlibatan dalam kegiatan International Culture Festival (ICF) — salah satu acara terbesar di BIT yang diikuti mahasiswa dari lebih dari 50 negara. Angeline dipercaya menjadi bagian dari panitia perwakilan Indonesia, bertanggung jawab dalam dekorasi dan desain booth. “Melalui kegiatan ini, saya belajar banyak tentang kerja sama lintas budaya dan bangga bisa memperkenalkan Indonesia di panggung internasional,” tuturnya.
Tantangan tentu tak terhindarkan. Angeline mengaku sempat mengalami culture shock dan kendala bahasa saat berinteraksi dengan masyarakat lokal. Namun berkat dukungan organisasi mahasiswa Indonesia di BIT serta pemanfaatan teknologi seperti aplikasi penerjemah, ia berhasil beradaptasi dengan cepat. Di sisi akademik, ia juga menghadapi tantangan mengikuti mata kuliah tingkat lanjut, terutama di bidang Engineering, namun mampu mengatasinya lewat sesi belajar bersama teman-teman exchange student lainnya.
Bagi Angeline, pengalaman study abroad ini bukan sekadar perjalanan akademik, tetapi juga proses pendewasaan diri. Ia belajar hidup mandiri, beradaptasi di lingkungan multikultural, serta memahami cara berpikir mahasiswa dari berbagai negara. “Program ini membuka mata saya tentang kemajuan teknologi dan pendidikan di negara maju, sekaligus memotivasi saya untuk terus berkembang,” ujarnya.
Kini, Angeline melanjutkan studi S2 di Beijing Institute of Technology melalui beasiswa penuh dari Chinese Government Scholarship. Ia menegaskan bahwa pengalaman selama study abroad di bawah program Global Class BINUS University menjadi batu loncatan besar dalam perjalanannya menuju karier internasional di bidang teknologi.
Menutup kisahnya, Angeline berpesan kepada para mahasiswa dan calon mahasiswa BINUS University, “Dreams are not meant to be feared, but to be chased. Because in the end, your courage today will become a story that inspires others tomorrow. So, don’t be afraid to step out of your comfort zone, and trust your journey to God.”
You may also like
-
KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
-
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
-
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
-
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
-
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
SEOWannabee.com Launches—A New Platform for Business Growth and Advertising
KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal