Jakarta, 30 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah bergerak memberikan dukungan sarana dan prasarana dasar untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi korban bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh telah mengerahkan dua tim tanggap darurat ke titik lokasi terdampak, yakni Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.
Pengiriman
bantuan logistik dan peralatan ini dilakukan segera setelah akses jalan di
wilayah tersebut dinyatakan terbuka secara bertahap, sehingga memungkinkan
mobilisasi peralatan dari Banda Aceh. Guna memastikan kebutuhan vital pengungsi
terpenuhi sejak awal kedatangan tim, BPBPK Aceh memastikan seluruh unit Mobil
Tangki Air (MTA) dan Hidran Umum (HU) dikirimkan dalam kondisi terisi air
penuh.
Menteri Pekerjaan
Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat sangat penting
dalam situasi bencana seperti ini untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan warga
terdampak.
“Prinsip
kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar yang
layak dan aman selama masa tanggap darurat,” ujar Menteri Dody Hanggodo.
Dalam operasi
tanggap bencana ini, Kementerian PU menurunkan dua tim khusus. Tim 1 yang
bertugas di Kabupaten Pidie Jaya diperkuat oleh 10 personel. Tim ini membawa
sejumlah peralatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, antara lain berupa 2 unit
truk operasional, 12 unit Hidran Umum (HU) beserta kakinya, 4 unit mobil tangki
air untuk pasokan air bersih, 3 unit toilet portabel, serta 1 unit truk sedot
tinja guna mendukung layanan sanitasi yang higienis.
Sementara itu,
Tim 2 difokuskan untuk bergerak di wilayah Kabupaten Pidie. Tim ini terdiri
dari 8 personel yang dilengkapi dengan 1 unit truk operasional, 6 unit HU
lengkap, 2 unit mobil tangki air, serta 2 unit toilet portabel. Seluruh
peralatan ini disiagakan untuk menjamin masyarakat mendapatkan akses air bersih
dan fasilitas sanitasi yang memadai selama berada di pengungsian.
Menteri Dody
Hanggodo mengatakan, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau
perkembangan situasi di lapangan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama
pemerintah daerah dan seluruh unsur penanganan bencana terkait.
Dukungan sarana
dan prasarana air bersih serta sanitasi bagi pengungsi banjir dan longsor di
Aceh ini akan terus dievaluasi dan siap ditambah sewaktu-waktu sesuai dengan
kebutuhan riil di lapangan.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
You may also like
-
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
-
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
-
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
-
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
-
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo