Untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Komunitas Pencinta Kereta Api OPKA Sumsel (Organisasi Pencinta Kereta Api Sumatera Selatan)menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual kepada para pelanggan di Stasiun Prabumulih, Minggu (28/12).
Sosialisasi ini digelar sebagai bentuk kepedulian KAI terhadap korban dan komitmen menciptakan ruang mobilitas yang inklusif dan saling menghormati. Para peserta diajak memahami bentuk-bentuk pelecehan, bagaimana bertindak ketika menjadi korban atau saksi, serta peran penting seluruh pelanggan dalam menjaga keamanan bersama.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan.
“Kami ingin penumpang merasa terlindungi sejak melangkah ke stasiun hingga tiba di tujuan. Jika ada tindakan pelecehan, jangan ragu untuk melapor. Semua berhak merasa aman,” ucap Aida.
Tujuan Sosialisasi
* Meningkatkan kesadaran penumpang tentang bentuk pelecehan dan pentingnya saling menghormati,
* Mendorong korban maupun saksi agar berani melapor,
* Menciptakan lingkungan kereta api yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.
Aida menegaskan, setiap tindakan pelecehan seksual akan ditindak dengan tegas.
“Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), pelaku akan dikenakan sanksi hingga blacklist atau pemblokiran NIK, sehingga tidak lagi dapat menggunakan layanan KAI,” tegasnya.
Jika pelanggan mengalami atau menyaksikan pelecehan seksual, segera melaporkan kepada petugas stasiun, Kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan Contact Center KAI 121 atau WhatsApp 0811-2223-3121.
“Setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti. Kami tidak ingin ada korban yang merasa sendirian,” tambah Aida.
Untuk memperkuat keamanan, KAI Divre III juga memperluas penggunaan CCTV Analytics di stasiun dan didalam kereta api untuk mendeteksi perilaku mencurigakan dan mempermudah identifikasi pelaku.
Selain itu KAI juga menghadirkan fitur Female Seat Map di aplikasi Access By KAI, yang mempermudah pelanggan perempuan memilih kursi bersebelahan sesama perempuan. Disamping itu KAI turut bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Kepolisian sebagai pendampingan dalam proses penanganan korban dan pelaku.
Komunitas Pencinta Kereta Api OPKA menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini, menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas operator, melainkan gerakan bersama seluruh pengguna dan pencinta kereta api.
“KAI memastikan bahwa perlindungan terhadap pelanggan merupakan prioritas utama. Kami ingin setiap perjalanan menjadi ruang aman untuk semua. Dengan dukungan teknologi, peningkatan layanan, serta keberanian pelanggan untuk melapor, lingkungan perkeretaapian diharapkan semakin bebas dari kekerasan seksual dan bentuk pelanggaran lainnya, mari saling menjaga, karena kereta ini milik kita bersama”tutup Aida.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Mentan Amran Dorong Hilirisasi Perkebunan, PTPN Group Siap Perkuat Swasembada Gula Nasional di Jawa Timur
-
Angkutan Nataru 2025/2026 Sukses, KAI Daop 9 Jember Layani 416.945 Penumpang – Naik 11 Persen Dibanding Tahun Lalu
-
KAI Daop 2 Bandung Sukses Layani Angkutan Nataru 2025/2026 dengan Zero Accident
-
Dominasi Bitcoin Berlanjut, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan di Era Aset Digital
-
Tembus 183 Ribu Penumpang, KAI Divre I Sumut Tutup Masa Angkutan Nataru 2025/2026 dengan Tren Positif
Ekspansi Proyek Logistik PTBA, Fondasi Ketahanan Energi Nasional
Evolution Team (EVO) Raih Gelar Juara Perdana CrossFire: Legends Championship Asia Tenggara
KA Harina Tertemper Mobil di Jalur KA antara Stasiun Brumbung – Alastua, KAI Imbau Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan