Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah satu koridor strategis Trans Jawa yang berperan penting dalam mendukung konektivitas wilayah Jawa Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri di wilayah tersebut. Dengan panjang ruas sekitar 75 kilometer, jalan tol ini menjadi penghubung utama pergerakan orang dan barang dari barat ke timur Pulau Jawa.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional, JTT mencatat telah beroperasinya Simpang Susun Kawasan Industri Batang sebagai akses langsung yang menghubungkan Jalan Tol Batang–Semarang dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kehadiran akses ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi, mempercepat distribusi logistik, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru di wilayah Jawa Tengah.
Jalan Tol Batang–Semarang merupakan bagian integral dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan tiga wilayah utama di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang. Ruas ini terkoneksi langsung dengan Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C di sisi timur serta Jalan Tol Pemalang–Batang di sisi barat, sehingga membentuk koridor transportasi yang berkesinambungan.
Dalam mendukung kelancaran mobilitas dan pelayanan kepada pengguna jalan, saat ini telah beroperasi enam gerbang tol di Ruas Batang–Semarang, yaitu Gerbang Tol Kalikangkung, Kaliwungu, Kendal, Weleri, KIT Batang dan Kandeman. Selain itu, tersedia empat lokasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di KM 360 B, KM 379 A, KM 389 B, dan KM 391 A yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Berbagai layanan pendukung juga disiagakan di sepanjang ruas ini, antara lain Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), ATM, taman bermain dan fasilitas ramah difabel di rest area, hotel di rest area 379, layanan derek gratis 24 jam hingga gerbang tol terdekat, pemantauan CCTV, serta penyampaian informasi kondisi lalu lintas secara real-time melalui Dynamic Message Sign (DMS).
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang dihadirkan tidak hanya sebagai penghubung wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendekatkan manfaat infrastruktur kepada masyarakat. “Jalan Tol Batang–Semarang kami hadirkan untuk memudahkan pergerakan masyarakat, mempercepat distribusi barang, dan membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di Jawa Tengah. Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap jalan tol ini dapat menjadi penggerak bagi kawasan industri, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Ria.
Kehadiran Jalan Tol Batang–Semarang memberikan dampak nyata bagi pengguna jalan melalui peningkatan konektivitas antarwilayah dan efisiensi waktu tempuh. Perjalanan dari Kabupaten Batang menuju Kota Semarang maupun sebaliknya dapat ditempuh sekitar satu jam lebih cepat dibandingkan jalur non-tol, sehingga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Lebih lanjut, JTT menilai keberadaan ruas tol ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional Jawa Tengah melalui penciptaan peluang usaha baru, dukungan terhadap sektor pariwisata, serta pengurangan beban lalu lintas di jalan nasional. Dengan demikian, Jalan Tol Batang–Semarang tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Informasi lalu lintas jalan tol di jaringan Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 serta aplikasi Travoy untuk pengguna iOS dan Android.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
PTPP Dinobatkan sebagai Best Green Contractor of the Year 2025, Satu-satunya BUMN Konstruksi Peraih Greenship Awards
-
KAI Daop 1 Jakarta Salurkan TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025 untuk Pendidikan hingga Pelestarian Lingkungan
-
Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk
-
Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, KAI Services Gelar Training Untuk Prama Prami di Rangkaian Compartment
-
Riset Mikirduit: Sektor Perkapalan Jadi “Kuda Hitam” Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya
PTPP Dinobatkan sebagai Best Green Contractor of the Year 2025, Satu-satunya BUMN Konstruksi Peraih Greenship Awards
KAI Daop 1 Jakarta Salurkan TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025 untuk Pendidikan hingga Pelestarian Lingkungan
Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk