Rekor 123.276 pengguna harian menegaskan keandalan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi perkotaan yang tetap konsisten melayani mobilitas masyarakat meski di tengah cuaca ekstrem.
KAI mencatat rekor jumlah pengguna harian tertinggi sepanjang operasional LRT Jabodebek pada 22 Januari 2026, dengan total 123.276 pengguna. Capaian ini menjadi rekor tertinggi sejak LRT Jabodebek mulai beroperasi secara komersial, sekaligus mencerminkan peran transportasi publik berbasis rel dalam menopang mobilitas perkotaan saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Lonjakan pengguna terjadi di tengah hujan yang mengguyur wilayah Jabodebek hampir sepanjang hari. Dalam kondisi tersebut, LRT Jabodebek tetap beroperasi secara normal dan konsisten, sehingga menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan kepastian waktu tempuh dan keandalan perjalanan untuk aktivitas harian.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem kerap menjadi ujian bagi sistem transportasi perkotaan.
“Saat hujan, masyarakat membutuhkan moda transportasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga konsisten dan dapat diandalkan. Pada 22 Januari lalu, layanan LRT Jabodebek tetap berjalan stabil dan tepat waktu, sehingga mampu menyerap pergerakan masyarakat dalam jumlah besar,” ujar Radhitya.
Ia menambahkan bahwa tingginya volume pengguna tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan pola perjalanan harian di kawasan hunian dan pusat aktivitas utama Jabodebek.
Pada hari rekor tersebut, lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi tercatat sebagai berikut:
– Dukuh Atas: 36.008 pengguna
– Kuningan: 25.990 pengguna
– Harjamukti: 25.873 pengguna
– Cikoko: 21.733 pengguna
– Pancoran: 19.447 pengguna
Dominasi stasiun-stasiun tersebut mencerminkan peran LRT Jabodebek dalam melayani pergerakan dari kawasan hunian menuju pusat kegiatan dan kawasan perkantoran, sekaligus memperkuat fungsinya sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
Secara kumulatif, sejak diresmikan pada 28 Agustus 2023 hingga 22 Januari 2026, LRT Jabodebek telah melayani 56.332.688 pengguna. Angka ini menunjukkan bahwa layanan LRT Jabodebek semakin terintegrasi dalam keseharian masyarakat, tidak hanya pada kondisi normal, tetapi juga saat menghadapi tantangan cuaca.
“Kepercayaan masyarakat ini menjadi indikator bahwa transportasi publik berbasis rel memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran aktivitas kota. LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas yang adaptif terhadap berbagai situasi,” tutup Radhitya.
Ke depan, KAI akan terus menjaga keandalan layanan LRT Jabodebek melalui penguatan operasional, integrasi antarmoda, serta standar keselamatan dan kenyamanan, agar tetap relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan yang dinamis.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom untuk Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia
-
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai
-
SUCOFINDO Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi, Sertifikasi UNPAR dengan ISO 9001 & ISO 21001
-
Holding Perkebunan Nusantara Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus AS dan Inggris
-
Unitree Diluncurkan di Indonesia, Bermitra dengan Halo Robotics untuk Membuka Pasar Terbesar Asia Tenggara bagi Robot Humanoid dan Quadruped
ข่าวประชาสัมพันธ์อย่างเป็นทางการ: อุตสาหกรรมระบบรางรวมตัวครั้งยิ่งใหญ่ที่ Asia Pacific Rail 2026
Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom untuk Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai