PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan jalur kereta api di wilayah Tigaraksa yang sebelumnya terdampak longsoran dan menyebabkan kemiringan tiang Listrik Aliran Atas (LAA) ke arah rel, kini telah kembali normal dan aman untuk dilalui perjalanan kereta api.
Gangguan tersebut teridentifikasi saat petugas melakukan pengecekan ekstra prasarana jalur pada Kamis (22/1) pukul 05.00 WIB. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah pengamanan cepat guna mencegah potensi risiko terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa memasuki musim hujan, KAI meningkatkan intensitas pemantauan prasarana perkeretaapian, khususnya pada saat dan setelah hujan, sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan operasional.
“Penutupan sementara jalur dilakukan setelah melalui proses mitigasi dan pemeriksaan menyeluruh. Langkah ini diambil karena kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. Keselamatan merupakan prioritas utama KAI dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” ujar Franoto.
Selama proses penanganan, operasional perjalanan kereta api hanya dapat dilakukan melalui satu jalur, sehingga berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api Commuter Line.
“KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Penutupan jalur terpaksa dilakukan karena aspek keselamatan tidak dapat ditawar,” tambahnya.
Franoto menjelaskan, KAI melakukan penanganan secara intensif selama kurang lebih 29 jam penuh dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Pekerjaan perbaikan meliputi penguatan tubuh jalan rel melalui pengisian batu, pemasangan trucuk bronjong, serta pembangunan talut guna memastikan stabilitas lereng dan keamanan prasarana perkeretaapian.
“Hingga Jumat (23/1) pukul 09.00 WIB, pekerjaan perbaikan utama telah selesai dan jalur sudah dapat dilalui kembali. Saat ini masih dilakukan tahapan lanjutan berupa pemadatan serta uji coba lintasan untuk memastikan seluruh aspek telah memenuhi standar keselamatan perjalanan kereta api,” jelas Franoto.
KAI memastikan pemantauan berkala terus dilakukan guna menjaga keandalan prasarana serta menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api bagi seluruh pelanggan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api,” tutup Franoto.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom untuk Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia
-
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai
-
SUCOFINDO Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi, Sertifikasi UNPAR dengan ISO 9001 & ISO 21001
-
Holding Perkebunan Nusantara Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus AS dan Inggris
-
Unitree Diluncurkan di Indonesia, Bermitra dengan Halo Robotics untuk Membuka Pasar Terbesar Asia Tenggara bagi Robot Humanoid dan Quadruped
Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom untuk Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai
SUCOFINDO Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi, Sertifikasi UNPAR dengan ISO 9001 & ISO 21001