KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di area perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan. Berbagai upaya preventif dan edukatif secara konsisten dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan raya dan perjalanan kereta api.
KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di area perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan. Berbagai upaya preventif dan edukatif secara konsisten dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan raya dan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa selama periode Tahun 2025, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan berbagai program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.
“Salah satunya adalah sosialisasi keselamatan di lingkungan sekolah sebanyak 24 kali. Kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman sejak dini kepada para pelajar terkait bahaya melintas sembarangan di jalur rel, mengingat anak-anak dan remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan karena sering bermain atau melintas di area jalur kereta api tanpa pengawasan,” kata Luqman.
Luqman melanjutkan, KAI Daop 4 Semarang juga mengintensifkan sosialisasi langsung di perlintasan sebidang sebanyak 351 kali sepanjang Tahun 2025. Kegiatan ini melibatkan petugas lapangan bersama TNI, Polri, Railfans dan Kewilayahan Setempat yang memberikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, mobil, serta pejalan kaki di perlintasan sebidang resmi maupun liar.
“Tujuannya agar masyarakat lebih patuh terhadap aturan berlalu lintas dan memahami prioritas perjalanan kereta api yang telah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas,” imbuhnya.
Tak hanya itu, tindakan tegas berupa penutupan atau penyempitan 21 perlintasan sebidang liar dan rawan juga telah dilakukan oleh KAI Daop 4 Semarang sepanjang Tahun 2025.
“Penutupan ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menutup akses ilegal yang kerap dimanfaatkan oleh warga dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Dengan penutupan ini, diharapkan perlintasan tidak resmi yang membahayakan dapat diminimalisir,” kata Luqman.
Upaya berkelanjutan tersebut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data periode Tahun 2025, angka kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Daop 4 Semarang menurun signifikan sebesar 23%, yakni 20 kasus dibanding 26 kasus kecelakaan pada periode tahun 2024.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat, KAI Daop 4 Semarang juga telah memasang spanduk peringatan di berbagai titik perlintasan sebidang dan jalur rawan kecelakaan. Spanduk ini berisi himbauan dan informasi tentang pentingnya berhenti sejenak, melihat kiri-kanan, serta mendahulukan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama sesuai ketentuan perundang-undangan. Diharapkan melalui media visual ini, kesadaran pengendara dapat terus meningkat.
“Berbagai upaya ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Namun demikian, kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berdisiplin dan mematuhi rambu serta aturan yang berlaku,” tutup Luqman.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Era Baru Budidaya Udang Indonesia Tiba : FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Tambak Banyuwangi
-
KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun, Khusus Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Jam Keberangkatan KA
-
Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi, Tantangan serta Peluang Investasi di Era Digital
-
The Grand Blessing of Ramadan di Grand Metropolitan Bekasi, Menghadirkan Harmoni dan Kemeriahan di Bulan Suci
-
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Integrasi Pemasaran Gula Nasional
Era Baru Budidaya Udang Indonesia Tiba : FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Tambak Banyuwangi
Is Ramadan a Quiet Month for Markets or Just Misunderstood?
วิฟ เฮลท์ แอนด์ นูทริชัน เอเชีย (Health & Nutrition Asia) 2026 ปิดฉากความสำเร็จ ตอกย้ำเวทีธุรกิจอาหารสัตว์และสุขภาพสัตว์ของเอเชีย