Saham Intel Corporation (INTC) mengalami tekanan pasar signifikan setelah rilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2025. Meskipun hasil pendapatan dan laba per saham melampaui ekspektasi analis, panduan perusahaan untuk kuartal pertama 2026 dianggap kurang menggembirakan, memicu aksi jual kuat di pasar saham Amerika Serikat.
Dalam laporan Q4 2025, Intel mencatat pendapatan sekitar US$13,7 miliar, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis dan menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu mengatasi tekanan industri yang kompleks. Angka pendapatan ini turun sekitar 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih berada di atas kisaran estimasi pasar. Sementara itu, pendapatan disesuaikan (non-GAAP EPS) mencapai USD 0,15 per saham, melampaui ekspektasi konsensus analis yang lebih rendah.
Meskipun Intel berhasil mengalahkan ekspektasi pasar untuk Q4, hal ini tidak cukup mencegah sentimen negatif pasar terhadap masa depan perusahaan. Investor fokus pada panduan kuartal pertama 2026 yang diproyeksikan jauh di bawah estimasi, dengan Intel memperkirakan pendapatan di kisaran US$11,7 miliar hingga US$12,7 miliar dan laba per saham non-GAAP yang mendekati breakeven atau bahkan negatif. Panduan tersebut dianggap mengecewakan karena berada di bawah ekspektasi analis, sehingga menimbulkan keraguan tentang kemampuan Intel mempertahankan momentum pertumbuhan.
Sentimen lemah turut diperparah oleh kekhawatiran seputar tantangan rantai pasok dan kemampuan produksi, terutama dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk chip berperforma tinggi di pusat data dan aplikasi kecerdasan buatan. Perusahaan memperingatkan bahwa hambatan pasokan diperkirakan akan tetap ada setidaknya hingga kuartal II, sebelum mulai pulih. Kekhawatiran ini diperparah oleh perlambatan di segmen komputasi klien (PC), di mana permintaan masih menunjukkan tren menurun.
Respons pasar terhadap panduan tersebut sangat tajam. Saham Intel turun lebih dari 12% hingga 17% dalam satu sesi, mencerminkan reaksi investor terhadap kombinasi panduan lemah, prospek pertumbuhan yang tidak pasti, dan tantangan struktural dalam kompetisi global chipset dengan rival seperti Nvidia dan AMD. Banyak analis mencatat bahwa meskipun Intel menunjukkan kekuatan di segmen Data Center & AI, tantangan di lini PC serta tekanan marjin membuat prospek jangka pendek lebih rumit.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan saham teknologi tidak hanya ditentukan oleh hasil saat ini, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap arah pertumbuhan ke depan. Bagi investor yang aktif memantau dinamika pasar Amerika Serikat, pergerakan saham AS, aset kripto, dan emas digital dapat kamu cek secara real-time melalui aplikasi Nanovest. Dengan menggunakan Nanovest, investor Indonesia bisa mengikuti pergerakan pasar global dalam satu platform yang intuitif.
Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi, Nanovest menawarkan platform yang memungkinkan eksplorasi berbagai koin kripto populer dan altcoin lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman, menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia yang ingin menggabungkan kedua instrumen investasi dalam satu aplikasi. Selain itu, bagi investor pemula, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman saat memulai perjalanan investasi. Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Informasi lebih lanjut bisa kamu temukan di www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest tersedia untuk diunduh pada Play Store maupun App Store, siap membantu investor Indonesia memanfaatkan tren pasar global secara fleksibel serta aman.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
FLOQ Sukses Selenggarakan Media Gathering tentang Pasar Kripto Indonesia, Didukung oleh VRITIMES
-
Tips Menangani Kucing Berantem di Rumah
-
BRICS 2026 dan Peran India dalam Membentuk Tatanan Dunia Multipolar
-
Guna Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh dan Sumatera Utara, Kementerian PU Terjunkan Tim Mahasiswa dari Politeknik PU
-
KAI Divre III Palembang Pastikan Keandalan Prasarana melalui Cek Lintas Jalan Kaki Wilayah Penimur.
Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026
FLOQ Sukses Selenggarakan Media Gathering tentang Pasar Kripto Indonesia, Didukung oleh VRITIMES
Tips Menangani Kucing Berantem di Rumah