Jakarta, 26 Februari 2026 – Bank Sentral Amerika Serikat, atau Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini mengambil langkah strategis yang dinantikan oleh para pelaku industri aset digital dengan mengumumkan usulan peraturan baru yang bertujuan memperbaiki akses perbankan bagi perusahaan aset kripto.
Sebelumnya, dalam kebijakan ini The Fed membuka masa tanggapan publik selama 60 hari untuk memastikan bahwa lembaga perbankan tidak lagi diperbolehkan menggunakan alasan “risiko reputasi” sebagai dasar tunggal untuk menolak layanan kepada pelaku industri aset digital ini.
Perubahan ini dipandang sebagai solusi nyata untuk merobohkan tembok besar yang selama beberapa tahun terakhir menghambat pertumbuhan sektor aset kripto, terutama melalui praktik yang sering disebut sebagai Operation Chokepoint 2.0 di mana bank sering kali merasa tertekan untuk memutus hubungan dengan nasabah dari industri aset digital.
Keputusan The Fed untuk mewajibkan bank mendasarkan keputusan mereka pada perhitungan risiko finansial yang terukur, dan bukan sekadar kekhawatiran subjektif mengenai citra, yang memberikan sinyal positif bagi integrasi kripto ke dalam sistem ekonomi global.
Dengan berkurangnya ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat, sentimen positif ini diperkirakan akan merambah ke pasar internasional, termasuk memberikan dampak psikologis yang kuat bagi para investor di Indonesia yang sering kali menjadikan kebijakan finansial AS sebagai barometer pergerakan pasar.
Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang.
Pasar yang fluktuatif menuntut setiap individu untuk memahami mekanisme fundamental dan risiko teknis agar tidak hanya sekadar mengikuti tren sesaat. Di sinilah peran literasi keuangan menjadi kunci utama bagi investor lokal agar mampu mengelola portofolio secara cerdas dan terlindungi dari potensi kerugian akibat kurangnya pemahaman terhadap dinamika aset digital yang terus berkembang pesat.
Namun, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal
-
Satu Hari Lagi! Kejar Promo Spesial Hyundai dari BRI Finance, Diskon hingga Rp 247 Juta
-
Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026
-
Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek
-
Pengiriman ke Luar Negeri Paling Aman Dimulai dari Penanganan Terbaik: Insurance Maksimal & Packaging Standar Internasional
Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal
Nestopa Approaches 3-Year Milestone, Expanding from Early AI Adoption to Industry Connector in Thailand’s Real Estate Market
Bewinch Officially Enters Southeast Asia Market: Installation-Free Smart Water Purification Technology Addresses Local Household Drinking Water Pain Points