Jakarta, 23 September 2025 – BINUS University kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia dengan menghadirkan ekosistem pendidikan yang berorientasi global. Melalui kerja sama strategis dengan lebih dari 170 mitra universitas di lebih dari 40 negara, BINUS membuka peluang bagi mahasiswa untuk meraih pengalaman akademik dan non-akademik yang setara dengan standar internasional.
Dalam era globalisasi dan disrupsi digital saat ini, kebutuhan akan lulusan yang memiliki kompetensi global menjadi semakin penting. BINUS University menyadari bahwa keterampilan akademik saja tidak cukup. Mahasiswa harus memiliki international mindset, pemahaman lintas budaya, serta jejaring yang luas agar siap menghadapi dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif. Karena itu, program internasional di BINUS dirancang untuk memberikan akses nyata ke pengalaman global.
Kesempatan ini terbuka luas bagi seluruh mahasiswa melalui beragam skema, mulai dari study abroad program, student exchange, internship internasional, summer program, hingga double degree. Mitra universitas yang sudah bekerja sama dengan BINUS di antaranya adalah University of Canberra (Australia), Boston University (Amerika Serikat), Beijing Institute of Technology (Tiongkok), dan Inha University (Korea Selatan). Jaringan ini menunjukkan komitmen BINUS dalam menghadirkan akses belajar ke institusi kelas dunia di berbagai kawasan strategis.
“Melalui jaringan mitra universitas global yang luas, kami berkomitmen menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendalami passion, memperluas jejaring, dan merasakan atmosfer pendidikan dunia. BINUS University tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga dengan soft skills dan pengalaman internasional yang menjadi bekal penting untuk berkiprah di skala global. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat pendidikan kita di skala internasional ” ujar Dr. Rini Setiowati, S.E., M.B.A. selaku Vice Rector for Collaboration & Global Collaboration.
Manfaat dari pengalaman internasional ini tidak terbatas pada pencapaian akademik semata. Mahasiswa yang mengikuti program internasional di BINUS akan mendapatkan; Pengalaman Internasional: kemampuan berpikir global (international mindset), pengalaman lintas budaya, pertemanan internasional, hingga peluang networking global. Keunggulan Kompetitif: akses pendidikan kelas dunia, pengetahuan internasional, sertifikat dan transkrip akademik dari universitas mitra, serta pengakuan credit transfer yang memudahkan kelanjutan studi. Sampai Pengembangan Soft Skills: peningkatan karakter dan kedewasaan pribadi, kemampuan beradaptasi, kematangan sikap, penguasaan bahasa Inggris, serta kesempatan mempelajari bahasa asing lainnya.
Lebih jauh lagi, kolaborasi internasional ini sejalan dengan Visi BINUS University 2035, “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation”. Dengan menghadirkan pengalaman belajar di universitas mitra ternama di berbagai belahan dunia, BINUS tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pemimpin masa depan yang mampu memberikan dampak positif bagi Indonesia di tingkat global.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMESYou may also like
-
Kenalkan Solusi Praktis Penanganan Kerusakan Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Presentasi Travoy Patch kepada BPJN Sulawesi Utara
-
Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional
-
Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek untuk Akses ke Jakarta Fair 2026
-
Mineral Strategis Indonesia Jadi Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri
-
Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul
Kenalkan Solusi Praktis Penanganan Kerusakan Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Presentasi Travoy Patch kepada BPJN Sulawesi Utara
Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional
Boom-and-bust cycle slowing home building, report finds