Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan ini Bittime mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 30% pada platform nya dalam seminggu terakhir.
Jakarta, 7 April 2026 – Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan ini Bittime mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 30% pada platform nya dalam seminggu terakhir.
Sebelumnya, situasi makroekonomi yang tidak menentu ini secara langsung berdampak pada pergerakan harga Bitcoin ($BTC) yang kembali mengalami koreksi hingga ke level $68.700 akibat aksi jual massal di pasar global. Menariknya, hal ini justru membuat para investor lebih tertarik terhadap aset kripto seperti $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar.
Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Di mana, $USDT dipandang sebagai aset pelindung nilai di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini.
Apalagi, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime.
Lebih lanjut, IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu.
Melalui slogan Begin Investing in Gold with $XAUT Today, Bittime turut menghadirkan Bittime cashback emas ($XAUT). Memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan cashback hingga Rp1,000,000 dengan deposit minimal Rp1.000.000 pada aset kripto apa saja termasuk USDT/IDR.
Hal ini dipandang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital. Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.
Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.
Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan
-
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi
-
Trend Flower Gifting Meningkat, Athaya Secara Resmi Membuka Floral Studio Pertamanya di Area Cibubur
-
WGS dan Mavvrik jalin kemitraan strategis untuk menghadirkan solusi FinOps generasi baru di Indonesia dan Asia Tenggara
-
Mengapa e Signature Jadi Kunci Efisiensi Operasional di Berbagai Perusahaan
Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan
Beyond the Vehicle: How Autonomous Operations Create Platform Value for Carziqo
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi