Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya REI Kalsel Expo ke-20 Tahun 2026. Melalui expo tersebut, BP Tapera berharap sinergi dengan REI, perbankan, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder semakin kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
BANJARMASIN, 12 AGUSTUS 2026 — Badan Pengelola Tabungan
Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri sekaligus membuka REI Kalsel Expo ke-20
Tahun 2026 di Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan masyarakat,
pengembang, perbankan, pemerintah, dan stakeholder dalam memperluas akses
hunian serta pembiayaan perumahan.Ketua DPD REI Kalimantan Selatan
mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membuat REI Expo mampu bertahan
hingga 20 tahun.
“REI Kalsel Expo telah memasuki usia 20 tahun. Ini merupakan
perjalanan panjang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi REI Kalimantan
Selatan,” ujarnya.Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan
Syariah, Royzani Sjachril, menilai expo menjadi momentum memperkuat kolaborasi
sektor perumahan.
“Expo menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan
masyarakat, solusi perumahan dan pembiayaan. Tema sinergi tanpa batas sangat
tepat, karena pembangunan perumahan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” kata
Royzani.Sementara itu, Kepala Disperkim Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti
Janoezir Pamuntjak, yang mewakili Gubernur Kalsel, menekankan dampak ekonomi
pembangunan perumahan.“Setiap hunian yang dibangun akan menggerakkan rantai
pasok, membuka lapangan kerja, dan menambah pendapatan masyarakat di banyak
lini sekaligus,” ujarnya.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan REI
merupakan mitra strategis BP Tapera dalam penyediaan rumah subsidi bagi
masyarakat berpenghasilan rendah.“BP Tapera adalah mitra yang luar biasa,
karena dalam penyediaan rumah subsidi, tentu REI juaranya,” ujar Heru.Heru
menjelaskan, BP Tapera mendapat mandat pemerintah untuk membantu MBR memperoleh
rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP. Program tersebut juga menjadi salah
satu instrumen penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.
“Masih menjadi tantangan bahwa masih banyak keluarga di
Kalimantan Selatan yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah harus hadir
di sana,” katanya.Berdasarkan data BP Tapera, hingga 12 Agustus 2026, realisasi
KPR Sejahtera FLPP di Kalimantan Selatan mencapai 5.147 unit dengan nilai
pembiayaan Rp676,5 miliar. Program tersebut menjangkau 13 kabupaten/kota,
didukung 9 bank penyalur, 9 asosiasi, 574 pengembang, dan 521 perumahan.
Heru juga mendorong perluasan akses KPR subsidi bagi pekerja
informal.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal. Pekerja
informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,” tegasnya.Ia
menambahkan, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga
menggerakkan tenaga kerja, industri bahan bangunan, konstruksi, hingga berbagai
sektor ekonomi pendukung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai
tanda resmi dibukanya REI Kalsel Expo ke-20 Tahun 2026. Melalui expo tersebut,
BP Tapera berharap sinergi dengan REI, perbankan, pemerintah daerah, dan
seluruh stakeholder semakin kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap
hunian yang layak dan terjangkau.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
-
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
-
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
-
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
-
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
Case Valker Luggage Gains Momentum Among Malaysian Travelers with Durable, TSA-Approved Designs
Carziqo Launches ER-BX Autonomous Ride-Hailing Operations in San Francisco