Produsen robot enterprise terbesar di dunia dengan lebih dari 50.000 unit quadruped dan 5.500 unit humanoid terjual secara global menghadirkan lini lengkap robot berkaki empat dan humanoid di Indonesia untuk sektor industri, keselamatan publik, edukasi, dan riset AI.
Robot industri sekarang tidak lagi identik dengan lengan mekanik di dalam pabrik. Di berbagai lokasi kerja, robot anjing (quadruped) dan robot humanoid mulai ikut turun tangan, dari berpatroli, memeriksa area yang sulit dijangkau, sampai tampil di acara dan panggung edukasi.
Robot quadruped yang berkaki empat lincah menyusuri medan tidak rata, tangga, dan ruang sempit, ditopang navigasi mandiri serta 4D LiDAR 360×96°. Robot humanoid lebih pas untuk tugas yang berulang, riset otomasi, dokumentasi fasilitas, sampai berinteraksi dengan orang.
Di lini Unitree, ada quadruped Go2 dan A2, serta humanoid G1 dan H2, yang sudah dipakai di banyak industri. Intinya sederhana. Pekerjaan yang berisiko atau membosankan bisa diserahkan ke robot, dan tim bisa fokus ke hal yang benar-benar butuh penilaian manusia.
Ulasan lengkapnya, termasuk jenis-jenis robot industri dan cara memilih antara quadruped atau humanoid, ada di sini: Robot Industri: Dari Patroli Hingga Entertainment.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI
-
BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta
-
India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertambangan, Bidik Mineral Kritis dan Peluang Hilirisasi
-
5 Tips yang Harus Kamu Tahu Sebelum Membayar Tagihan BPJS Kesehatan
-
Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu?
Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI
BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta
India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertambangan, Bidik Mineral Kritis dan Peluang Hilirisasi