Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri. Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan mereka dalam memulai kehidupan di UPH.

UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus
Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan
menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai
daerah di Indonesia dan mancanegara. Selama rangkaian festival, mahasiswa tidak
hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus dan komunitas Universitas Pelita
Harapan (UPH), tetapi juga diajak memperluas wawasan, membangun relasi, dan
memaknai perjalanan baru sebagai mahasiswa.

Beragam sesi dan
aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai
dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri.
Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan
mereka dalam memulai kehidupan di UPH.

Membangun Koneksi dan Menemukan Rumah
Baru

Bagi Su Latt Hnin,
atau yang akrab disapa Jenny, mahasiswi baru asal Myanmar dari Fakultas
Ilmu Pendidikan (FIP)/International Teachers College (ITC), UPH Festival
membuka pandangan baru tentang kehidupan universitas. Melalui sesi What Is a
University For?
, ia melihat bahwa masa kuliah bukan hanya tentang belajar
dan mengejar nilai, tetapi juga kesempatan untuk membangun relasi dan mengenal
berbagai budaya.

“Saya belajar bahwa universitas bukan
hanya tentang akademik, belajar, atau mendapatkan nilai. Universitas juga
merupakan tempat untuk membangun koneksi, belajar membangun kebersamaan,
mengenal berbagai budaya, berelasi dengan orang lain, dan tentunya juga
bersenang-senang,” katanya.

Sebagai mahasiswa
internasional yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, Jenny sempat
khawatir akan kesulitan beradaptasi. Namun, sambutan hangat komunitas UPH
membuat kekhawatiran tersebut perlahan teratasi.

“Sejak pertama kali datang ke sini, saya
merasa seperti menemukan rumah di negara ini. Saya merasa sangat diterima
karena semua orang sangat ramah dan menyambut saya dengan tangan terbuka,”
ungkapnya.

Pengalaman tersebut
menjadi langkah awal bagi Jenny untuk lebih percaya diri menjalani kehidupan
barunya. Ke depan, ia ingin menjadi pribadi yang dapat diandalkan sekaligus
berani keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang.

Bertumbuh Bersama Mentor

Pengalaman membangun koneksi juga
dirasakan Jocelyn Marcia Bella, mahasiswi baru Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP). Baginya, kedekatan dengan teman dan mentor melalui
berbagai aktivitas selama UPH Festival menjadi salah satu pengalaman yang
paling berkesan.

“Lewat fellowship dan bonding
bersama mentor, kita jadi lebih dekat dengan teman-teman, bahkan dengan
kakak-kakak mentor. Dari situ, saya juga mendapat gambaran tentang bagaimana
nantinya di dunia perkuliahan,” ujar Jocelyn.

Interaksi tersebut tidak hanya
membantunya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memberikan gambaran
mengenai kehidupan yang akan ia jalani selama kuliah. Jocelyn pun ingin
memanfaatkan masa kuliah untuk aktif mengembangkan diri sekaligus memberikan
manfaat bagi orang lain.

“Saya mau jadi mahasiswa yang aktif, yang
bisa melayani sesama. Saya memang suka berorganisasi dan saya berharap bisa
melayani sesama lewat potensi yang sudah Tuhan titipkan kepada saya,” tuturnya

Kehangatan di Tengah Keberagaman

Sementara itu, Ali Amori,
mahasiswa asal Iran dari Fakultas Hotel and Business Management, menemukan
pengalaman berkesan ketika berani tampil di hadapan mahasiswa baru lainnya.

“Saat MC
meminta dua orang untuk maju ke depan, saya memberanikan diri untuk maju. Saya
merasa bisa menghibur dan membuat suasana menjadi lebih seru bagi semua orang
yang hadir,” ujarnya.

Bagi Ali, kesempatan
tersebut menjadi bagian dari proses beradaptasi, berani keluar dari zona
nyaman, sekaligus membangun relasi di lingkungan baru. Sebagai mahasiswa
internasional, ia juga merasakan keramahan komunitas UPH yang mempertemukannya
dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Pengalaman tersebut
semakin memperkuat pemahamannya mengenai Imago Dei, tema UPH Festival
2026, yang menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa
Allah. Baginya, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menerima,
menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

“Saya ingin menjadi
mahasiswa yang mudah didekati dan diajak berbicara oleh siapa pun. Bagi saya,
menjadi baik kepada orang lain adalah salah satu tujuan utama dalam hidup,”
ucapnya.

Menemukan Ruang untuk Berdampak

Sementara itu, El Sean Matthew Kodrata,
mahasiswa baru Fakultas Artificial Intelligence and Data Science (FAIDAS) UPH, menemukan kesan tersendiri dari berbagai
aktivitas selama festival, salah satunya Founder’s 5K Run.

“UPH Festival begitu
berkesan karena saya bisa bertemu dengan teman-teman baru di lingkungan yang
baru juga. Termasuk saat Founder’s 5K Run, menurut saya seru karena bisa
berkenalan dengan lebih banyak teman sambil berolahraga,” ujar Sean.

Pengalaman tersebut
membuat Sean melihat kehidupan perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus
mengembangkan diri, tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga berbagai
aktivitas di luar kelas. Ia pun ingin aktif mengikuti kegiatan kampus dan
menggunakan potensinya untuk berkontribusi bagi orang lain.

Memaknai Perjalanan melalui Relasi dan
Iman

Sama seperti Sean, Yosef Tukan Daen
Korebima
atau Junior, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG),
juga menjadikan Founder’s 5K Run sebagai salah satu momen paling
berkesan.

“Kita lari bareng
satu angkatan, terus ada acara joget bersama, itu seru banget. Namun, di
balik keseruan itu, UPH Festival mengingatkan saya bahwa sebagai mahasiswa,
tujuan saya bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun
hubungan baik dengan dosen, kakak tingkat, teman-teman, dan yang terpenting
dengan Tuhan,” ungkap Junior.

Pemahaman tersebut
turut membentuk harapannya dalam menjalani kehidupan kampus. Junior ingin
menjadi mahasiswa yang aktif, suportif, dan dapat diandalkan, baik di dalam
maupun di luar ruang kelas.

“Saya ingin menjadi
mahasiswa yang punya dampak positif, bisa suportif bagi teman-teman, dan
menjadi mahasiswa yang bisa diandalkan. Bukan hanya datang kuliah dan pulang,
melainkan mahasiswa yang aktif di bidang yang bisa saya tekuni,” katanya.

Memulai Langkah,
Menemukan Arah

Cerita Jenny,
Jocelyn, Ali, Sean, dan Junior menunjukkan bahwa UPH Festival 2026 menjadi
lebih dari sekadar acara penyambutan mahasiswa baru. Melalui berbagai
perjumpaan dan pengalaman, mereka mulai mengenal lingkungan baru, mengembangkan
diri, dan memaknai langkah awal sebagai mahasiswa UPH. Hal ini sejalan dengan tema
UPH Festival 2026, ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to
Transform’
, yang mengajak mahasiswa memahami identitasnya
sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki
panggilan untuk menjalani hidup dengan tujuan.

Bagi UPH, masa
perkuliahan menjadi proses untuk membangun kompetensi sekaligus membentuk
karakter, mengembangkan talenta, membangun relasi, dan menemukan panggilan
hidup. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri,
UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi
masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA