Jakarta, 17 Maret 2026 – Di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kenaikan volume perdagangan spot sebesar 21% dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini terutama didorong oleh aktivitas perdagangan pada pair IDR/USDT, yang menyumbang sekitar 67% dari total transaksi di platform.
Menariknya, hal ini menunjukkan peningkatan minat investor lokal terhadap aset kripto $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar.
Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, tingginya aktivitas pada trading pair IDR/USDT ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia memanfaatkan stablecoin sebagai salah satu instrumen di tengah volatilitas pasar, sekaligus guna melindungi nilai portofolio mereka.
“Kondisi global yang diwarnai oleh ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan berupaya memberikan insight pasar lebih awal agar pengguna dapat merespons pergerakan pasar sesuai strategi investasi masing-masing,” jelas Ronny.
Lebih lanjut, berdasarkan data volume trading Bittime, selama seminggu terakhir, aset-aset teratas seperti $USDT, $BTC, $XRP, dan $SOL menjadi pilihan yang cukup diminati sebagai aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar.
Melihat tren ini, di mana investor mulai membangun portofolio yang lebih beragam dengan mengombinasikan berbagai kelas aset, termasuk aset digital, Bittime menghadirkan pengalaman trading yang mudah. Dengan tampilan UX/UI yang intuitif, Bittime berharap dapat memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi.
Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.
Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.
Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
-
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
-
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
-
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
-
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
Case Valker Luggage Gains Momentum Among Malaysian Travelers with Durable, TSA-Approved Designs
Carziqo Launches ER-BX Autonomous Ride-Hailing Operations in San Francisco