JAKARTA (16/4) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui audiensi strategis dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Pertemuan ini membahas integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Integrasi Desa Tematik untuk Ketahanan Pangan
Direktur
Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa perusahaan siap
menyelaraskan langkah dengan rencana Kementerian Desa dalam membangun ekosistem
desa di wilayah Serang. Menteri Desa mengarahkan agar desa-desa tersebut
memiliki fokus komoditas spesifik atau tematik, seperti pusat produksi telur
ayam dan sektor pertanian, guna menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi
program MBG di masa depan
“Sinergi
ini merupakan langkah nyata dalam memastikan industri nasional dan pembangunan
perdesaan berjalan beriringan. Kami berkomitmen mendukung penuh inisiatif Bapak
Menteri dalam menjadikan desa di sekitar area operasional sebagai sentra
produksi pangan yang mandiri,” ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat
sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA.
Percepatan Infrastruktur Sosial dan Aksesibilitas
Selain
fokus pada ketahanan pangan, Krakatau Steel dan Kemendes PDTT juga menyepakati
percepatan rehabilitasi Jembatan Cigedung – Cikolelet sebagai prioritas
infrastruktur sosial. Proyek ini merupakan manifestasi misi TJSL Krakatau Steel
dalam membangun konektivitas di wilayah penyangga, guna mengatasi hambatan
geografis serta mempererat keterhubungan antara pusat industri dengan pemukiman
warga.
Perbaikan
jembatan ini menjadi krusial untuk menjamin keamanan mobilitas harian,
khususnya bagi anak sekolah dan kendaraan roda dua. Selain meningkatkan
keselamatan di jalur vital, penguatan aksesibilitas ini diharapkan memperlancar
distribusi hasil bumi dari desa-desa tematik, sehingga keberadaan industri
memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar
secara berkelanjutan.
Pengembangan Kawasan dan Komitmen Berkelanjutan
Dalam
aspek pengembangan kawasan, Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan dukungannya
terhadap percepatan pembebasan lahan seluas 425 hektar dengan potensi perluasan
hingga 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 3.
Selain
itu, pertemuan ini turut membahas pengembangan Pelabuhan Kramat sebagai pusat
pemrosesan kapal bekas (scrap ships),
di mana material besi bekasnya akan diserap kembali sebagai bahan baku produksi
Krakatau Steel yang lebih efisien.
Melalui
penguatan kolaborasi ini, Krakatau Steel dan Kementerian Desa berkomitmen untuk
terus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menciptakan
nilai tambah bagi masyarakat melalui integrasi sektor industri, logistik, dan
pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan bagi kemajuan nasional.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2