Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor demi peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional, KAI Daop 4 Semarang menerima kunjungan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kudus, Jepara, Pati, Demak, dan Semarang serta biro perjalanan se Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah pada Senin (21/7).
Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor demi peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional, KAI Daop 4 Semarang menerima kunjungan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kudus, Jepara, Pati, Demak, dan Semarang serta biro perjalanan se Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah pada Senin (21/7).
Pertemuan berlangsung di Ruang VIP Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan menghadirkan diskusi terbuka mengenai kolaborasi strategis di bidang transportasi dan kepariwisataan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam menjembatani kebutuhan wisatawan khususnya wisatawan domestik yang melakukan perjalanan ke kawasan Pantura Jawa Tengah, yang kaya akan destinasi religi, budaya, dan sejarah.
“HPI merupakan mitra strategis yang bersentuhan langsung dengan wisatawan. Kolaborasi ini memungkinkan kami memahami secara lebih konkret harapan wisatawan terhadap layanan KA, serta menyinergikan pengembangan layanan transportasi dengan narasi perjalanan wisata yang lebih kaya dan terstruktur,” ujar Franoto.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan dari HPI Kudus mendapatkan pemaparan langsung mengenai alur pelayanan pelanggan serta fasilitas yang tersedia di lingkungan stasiun kereta api, khususnya di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Tim KAI Daop 4 menjelaskan secara rinci bagaimana alur penumpang dimulai sejak kedatangan di stasiun, proses boarding, pengecekan tiket, hingga keberangkatan. Informasi ini penting untuk diketahui para pramuwisata agar mereka dapat membantu kelancaran mobilisasi kelompok wisatawan yang menggunakan moda kereta api, terutama dalam hal efisiensi waktu dan kenyamanan selama proses keberangkatan.
Tak hanya itu, KAI Daop 4 juga memberikan sejumlah insight strategis kepada para anggota HPI yang hadir, antara lain terkait waktu-waktu padat penumpang, tata letak fasilitas stasiun, layanan tambahan seperti customer service on station (CSOS), serta aksesibilitas bagi kelompok khusus seperti lansia dan penyandang disabilitas. Hal ini dimaksudkan agar para pemandu wisata dapat merancang perjalanannya dengan lebih akurat dan meminimalisir potensi kendala selama perjalanan berlangsung.
KAI Daop 4 juga membuka dialog dua arah untuk menerima masukan dari HPI terkait dinamika di lapangan yang kerap dihadapi oleh para pemandu wisata. Kolaborasi ini menjadi bentuk konkret dukungan KAI dalam memfasilitasi peran pemandu wisata sebagai jembatan antara layanan transportasi dan pengalaman perjalanan yang utuh bagi wisatawan.
“Dengan pemahaman bersama ini, diharapkan HPI tidak hanya mampu mengarahkan rombongan wisatawan secara teknis, tetapi juga menjadi mitra yang aktif dalam menciptakan perjalanan wisata yang lebih terorganisir, aman, dan menyenangkan, selaras dengan misi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan di seluruh titik layanan kereta api,” kata Franoto.
Franoto menambahkan bahwa, KAI Daop 4 juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata religi yang menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan Pantura, seperti Makam Sunan Kudus, Sunan Muria, dan situs-situs spiritual lain yang tersebar di wilayah Demak, Kudus, Pati, dan sekitarnya.
“KAI mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis nilai-nilai budaya dan keagamaan. Kami siap menjadi bagian dari ekosistem perjalanan spiritual yang aman, nyaman, dan terjangkau,” lanjut Franoto.
Pertemuan ini ditutup dengan kunjungan lapangan ke seluruh area layanan pelanggan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.
“Melalui kerja sama ini, diharapkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, semakin meningkat, serta memberikan kontribusi terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Franoto.
You may also like
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
-
Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2