Jakarta, 10 Juni 2025 — School of Computer Science BINUS University mengadakan ajang teknologi bertajuk Hackathon elevAIte 2025 yang berkolaborasi dengan Microsoft. Mengusung tema “AI for Inclusivity”, kompetisi ini mendorong peserta untuk mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan guna menjawab tantangan nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.
Hackathon 2025 merupakan serangkaian kompetisi yang dirancang untuk mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi AI milik Microsoft. Dalam kegiatan ini, peserta diharapkan menghasilkan ide dan aplikasi inovatif yang kreatif sekaligus berdampak positif bagi masyarakat luas.
Penyelenggaraan Hackathon 2025 tidak hanya berlangsung di kampus utama BINUS University, tetapi juga melibatkan seluruh kampus mitra (PSDKU), yakni BINUS @Malang, BINUS @Bandung, dan BINUS @Semarang. Kolaborasi ini menciptakan sinergi antar sivitas akademika di berbagai wilayah Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis AI.
Untuk landasan proyek mereka, para peserta dapat memilih satu dari lima fokus area berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang telah ditetapkan PBB: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy), Aksi Iklim (Climate Action), Kesehatan dan Kesejahteraan (Good Health and Well-Being), dan Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat mahasiswa dan masyarakat umum untuk menciptakan teknologi yang inklusif dan berdampak sosial. Teknologi AI bukan hanya tentang masa depan, tapi juga alat yang sangat kuat untuk memecahkan masalah-masalah nyata hari ini,” ujar Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dean School of Computer Science BINUS University sekaligus Professor in Artificial Intelligence.
Hackathon elevAIte 2025 terbuka untuk umum, baik individu maupun tim yang terdiri dari maksimal lima orang. Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta wajib menyelesaikan salah satu program pelatihan atau sertifikasi yang relevan dengan teknologi AI dari Microsoft, seperti AI-900 atau AI-102, baik melalui pembelajaran mandiri maupun pelatihan instruktur, termasuk dari platform seperti Microsoft Learn, Biji-Biji Initiative, elevAIte Indonesia, atau GreatNusa.
Pada hari final, seluruh finalis mempresentasikan solusi mereka di hadapan publik, dengan harapan aplikasi yang dihasilkan dapat diusulkan sebagai solusi konkret atas isu-isu yang diangkat. Selain itu, sesi presentasi juga dinilai langsung oleh jajaran panel juri yang terdiri dari para ahli di bidangnya, yaitu Bapak Arief Suseno (AI National Skills Director, Microsoft Indonesia), Ibu Malasari Rohman (Learning Program Director, Merdeka Belajar Kampus Merdeka), dan Dr. Hidayaturrahman, S.Kom., M.T. (Akademisi dan Peneliti AI).
Selain sebagai ajang kompetisi, Hackathon 2025 juga menjadi ruang belajar dan pengembangan diri. Para peserta akan memperoleh pelatihan seputar ideation, perancangan UI/UX, hingga pengembangan prototipe aplikasi berbasis web dan mobile. Program ini juga dirancang untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif dan komunikasi, dua soft skill penting dalam dunia profesional teknologi.
Samuel Philip, S.Kom., M.Kom., CCP., sebagai ketua acara Hackathon elevAIte pun menambahkan, “Inisiatif ini adalah salah satu wujud nyata kolaborasi antara pendidikan dan industri dalam menciptakan solusi teknologi yang memberdayakan. Kami bangga dapat berperan dalam mendampingi peserta mengembangkan inovasi untuk masa depan yang lebih inklusif.”.
Hackathon 2025 bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah gerakan untuk membangun Indonesia yang lebih cerdas dan inklusif melalui teknologi. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, School of Computer Science BINUS University bersama Microsoft dan mitra lainnya ingin mendorong terwujudnya cita-cita fostering dan empowering seluruh lapisan masyarakat di berbagai bidang.
You may also like
-
Peringati Hari Anak Nasional, KAI Daop 2 Bandung Bersama Komunitas Railfans Gaungkan STOP Pelecehan Seksual di Transportasi Publik Kereta Api
-
KALOG Express Perluas Peluang Kemitraan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
-
Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?
-
Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung
-
Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah
Peringati Hari Anak Nasional, KAI Daop 2 Bandung Bersama Komunitas Railfans Gaungkan STOP Pelecehan Seksual di Transportasi Publik Kereta Api
Bescost Printing Offers Glow-in-the-Dark Evacuation Plan Printing for Philippine Business Compliance
KALOG Express Perluas Peluang Kemitraan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat