GRESIK — Pengembangan ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja. Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat peran Gresik sebagai salah satu simpul pertumbuhan industri bernilai tambah yang mendorong penguatan ekonomi nasional.
Melalui seremoni groundbreaking hilirisasi nasional tahap II oleh Danantara, ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan negara mulai dari MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, PINDAD DAN PELINDO. Proyek yang dibangun mencakup fasilitas lini produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10.000 ton per tahun, serta pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun yang potensi total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 7.500 orang.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan bahwa keberhasilan investasi industri sangat bergantung pada dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dari sisi serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, karena kestabilan sosial dan penyerapan tenaga kerja akan menentukan seberapa baik hilirisasi ini terwujud di bumi pertiwi. Tentu, prioritas utama kita adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja Indonesia,” ujar Emil Dardak saat menghadiri seremoni groundbreaking hilirisasi tahap II di KEK Gresik.
Emil menjelaskan bahwa hilirisasi di KEK Gresik telah bergerak ke produk turunan tingkat lanjut. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga pada fase operasi dan pengembangan industri turunannya.
“Potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih. Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat, hingga fasilitas bahan baku amunisi di bawah Defend ID dan pengolahan emas oleh Antam,” tuturnya dengan nada optimis.
Menurut Emil, penciptaan lapangan kerja ini juga berpotensi mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja daerah, sehingga pembangunan ekonomi ke depan semakin inklusif dan memberi peluang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Inilah tumpuan harapan kita agar Indonesia mampu berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat daerah,” imbuh Emil.
Lebih lanjut, Emil menilai penyerapan tenaga kerja ini dapat memperkuat pemerataan manfaat ekonomi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gerbangkertosusila yang kontribusinya signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menekankan strategi hilirisasi perlu dijalankan melalui kolaborasi agar manfaatnya tidak terpusat, tetapi menyebar ke berbagai sektor dan lapisan masyarakat.
“Hilirisasi tahap awal biarlah dirasakan oleh daerah penghasil di hulu. Di Jawa Timur, kita berfokus pada hilirisasi tahap lanjut yang bersifat multi-komoditas. Semangat kita adalah kolaborasi, memastikan kemajuan ini dirasakan bersama, bukan sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral
-
Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral
-
Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun
-
Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check
-
Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur
Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral
Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral
Adera Team: Essential Care Tips for Bedridden Patients