LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai transportasi publik yang terintegrasi dan memudahkan mobilitas masyarakat. Salah satu titik integrasi yang memberikan kemudahan bagi pengguna adalah Stasiun Kampung Rambutan, yang berlokasi berdekatan dengan Terminal Kampung Rambutan sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta Timur.
Kehadiran LRT Jabodebek di kawasan ini semakin melengkapi integrasi antarmoda, baik untuk perjalanan dalam kota maupun antarkota. Dari Stasiun Kampung Rambutan, pengguna dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan menggunakan berbagai moda transportasi, antara lain:
– Transjakarta: Rute 7 (Kampung Rambutan–Kampung Melayu), 7A (Kampung Rambutan–Lebak Bulus), 7B (Kampung Rambutan–Blok M via Koridor 13), 7E (Kampung Rambutan–Ragunan), 7F (Kampung Rambutan–Juanda via Cempaka Putih), dan 7V (Kampung Rambutan–Cibubur)
– Mikrotrans: JAK38 (Bulak Ringin–Kampung Rambutan) dan JAK72 (Kampung Rambutan–Pasar Rebo via Poncol)
– Angkot: T12 (Ciracas)
– Bus Kota: Menghubungkan berbagai wilayah seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan sekitarnya
– Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP): Menuju berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatra
– DAMRI: Melayani perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta
Konektivitas yang terbangun di Stasiun Kampung Rambutan memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk memilih moda transportasi sesuai kebutuhan perjalanannya. Kemudahan akses dan pilihan moda yang beragam membuat perjalanan masyarakat semakin praktis dan efisien.
Minat masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek di Stasiun Kampung Rambutan terus menunjukkan tren positif. Selama periode Januari hingga September 2025, jumlah pengguna yang melakukan tap in mencapai 427.644 pengguna, meningkat 63,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 261.447 pengguna. Sementara itu, jumlah pengguna yang melakukan tap out mencapai 415.605 pengguna, atau tumbuh 55,9% dibandingkan 266.660 pengguna pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Executive Vice President LRT Jabodebek Purnomosidi menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengguna di Stasiun Kampung Rambutan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem transportasi publik yang terintegrasi. “Kehadiran LRT Jabodebek di Kampung Rambutan bukan hanya menambah pilihan moda, tetapi juga menghadirkan kemudahan berpindah antarmoda secara nyaman dan efisien. Kami ingin memastikan setiap perjalanan masyarakat menjadi lebih praktis dan terhubung,” ujar Purnomosidi.
Dengan dukungan integrasi antarmoda yang semakin baik, LRT Jabodebek terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, andal, dan memberi dampak nyata bagi mobilitas masyarakat.
You may also like
-
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2