PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 4 Semarang kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan masyarakat dengan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bina lingkungan senilai Rp78.125.000.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 4 Semarang kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan masyarakat dengan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bina lingkungan senilai Rp78.125.000. Bantuan ini difokuskan pada sektor pendidikan dan keagamaan sebagai wujud kepedulian KAI untuk mendukung terciptanya generasi unggul dan masyarakat yang religius.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Tim TJSL KAI Daop 4 Semarang kepada Panitia Pembangunan Gedung LPQ Al-Jihad, Panitia Renovasi Mushola Darul Amanah, serta Komite Sekolah SMP Negeri 36 Semarang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menjelaskan bahwa KAI Daop 4 Semarang terus berupaya agar keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Kami percaya pembangunan sarana ibadah dan sekolah merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas. Melalui program TJSL, KAI ingin terus hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan transportasi yang aman dan nyaman, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik,” ujar Franoto.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
1. Pembangunan Gedung LPQ Al-Jihad sebesar Rp30.000.000, berlokasi di Jalan Bukit Beringin Selatan F45 RT 04 RW 05, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
2. Renovasi Mushola Darul Amanah sebesar Rp28.125.000, berlokasi di Perumahan Bumi Wanamukti Blok I2 Nomor 22 RT 06 RW 05, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
3. Pemasangan kanopi SMP Negeri 36 Semarang sebesar Rp20.000.000, berlokasi di Jalan Plampitan Nomor 35, Semarang.
Selain memberikan dukungan fisik berupa dana pembangunan dan renovasi, program TJSL KAI juga diharapkan dapat menumbuhkan kolaborasi antara perusahaan, lembaga pendidikan, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan sarana yang lebih layak dapat digunakan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar maupun ibadah yang lebih nyaman.
Franoto menambahkan, KAI tidak hanya berorientasi pada bisnis transportasi, namun juga mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan. Kontribusi dalam bidang pendidikan dan keagamaan ini sejalan dengan upaya KAI dalam mendukung pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas.
“Harapan kami, bantuan ini dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah serta memperkuat sarana pendidikan agar proses belajar mengajar lebih kondusif. Semoga langkah ini menjadi ladang manfaat yang berkelanjutan sekaligus mempererat hubungan KAI dengan masyarakat,” tutup Franoto.
You may also like
-
Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan
-
Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral
-
MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026
-
TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 SUKSES DIGELAR DUA HARI DAN CATAT SEJARAH FESTIVAL BARU DI SULAWESI UTARA
-
Jaga Kesehatan Pekerja, LRT Jabodebek Perkuat Fondasi Pelayanan Transportasi Publik
Singapore-registered social app Sanct Social asked 112 students at a Jakarta school fair who is still there for them, and many came back with their loved ones
Get your gloves on Australia! Registrations for Clean Up Australia Day 2027 are now open
Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan