Kawasan industri memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi dengan sektor-sektor strategis. Seiring dengan perkembangan zaman, kawasan industri tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga pusat inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi. Dalam konteks ini, literatur yang mendokumentasikan dinamika kawasan industri menjadi kebutuhan mendesak bagi akademisi, profesional, dan pemerintah.
Buku “Kawasan Industri di Indonesia: Sebuah Panduan Kelola” hadir memberikan wawasan mendalam tentang ekosistem kawasan industri di Indonesia dari berbagai sudut pandang. Buku ini mengupas konsep dasar kawasan industri, pengembangannya, serta peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Pada 3 Juni 2025, BINUS Media & Publishing meluncurkan buku ini di BINUS University @Alam Sutera. Buku ini diterbitkan oleh empat penulis ternama: Dr. Marko S. Hermawan, CA, CPMA, ACPA, CertDA, Drs. Papo Hermawan, M.M., Dr. Pantri Heriyati, M.Comm., CIAR (Assoc. Prof), dan Ahmad Syamil, P.hD. Keempatnya dikenal sebagai pengembang inisiatif untuk mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi sambil mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan mendalam, buku ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, serta profesional yang berkecimpung di bidang kawasan industri maupun masyarakat umum.
Buku ini menawarkan pendekatan unik dan praktis, dengan mengintegrasikan teori, studi kasus, serta pengalaman nyata dari pelaku industri. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pembaca tidak hanya memahami dinamika kawasan industri, tetapi juga merancang solusi inovatif yang aplikatif di lapangan.
Tujuan utama buku ini adalah membina dan memberdayakan pembaca, khususnya untuk mahasiswa BINUS jurusan IBM (International Business Management), agar mereka mengerti konsep dasar, mampu menerapkan teori ke praktik, menambah wawasan regulasi, serta menyiapkan diri untuk dunia kerja. Pada umumnya, buku ini diharapkan dapat membantu para pembuat kebijakan, pengelola kawasan, dan pelaku usaha memahami cara terbaik untuk mengembangkan kawasan industri yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.
Peluncuran buku ini dihadiri oleh berbagai pihak dari kalangan akademisi, profesional, serta mahasiswa dari berbagai bidang studi yang tertarik pada topik kawasan industri. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan buku tetapi juga menjadi wadah diskusi tentang peran strategis kawasan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kawasan industri, serta solusi inovatif yang dapat diimplementasikan untuk mengoptimalkan peran kawasan industri di era modern.
Dr. Marko S. Hermawan, CA, CPMA, ACPA, CertDA menyampaikan, “Kami ingin menjembatani concern terhadap kawasan industri di Indonesia, yang mana banyak dari beberapa kawasan industri yang membutuhkan informasi tentang bagaimana mengelola dan membangun kawasan yang baik.”
Buku ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi pada literatur ilmiah, tetapi juga menjadi inspirasi untuk pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan strategis. Selain itu, buku ini diharapkan mampu mendorong dialog konstruktif antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menciptakan kawasan industri yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
You may also like
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
-
Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2