Jakarta, 16 Juli 2026 — Di tengah rutinitas yang semakin padat, banyak orang menghabiskan sebagian besar harinya untuk beraktifitas seperti membalas email, menghadiri rapat, mengecek notifikasi, scrolling media sosial atau pekerjaan lainnya. Ironisnya, mengirim satu pesan singkat kepada orang tua, pasangan, sahabat, atau keluarga justru sering menjadi hal yang terus ditunda. Melihat fenomena ini, AIA Indonesia mengajak masyarakat untuk kembali memaknai bahwa hidup sehat hanya bicara soal bagaimana menjaga tubuh agar tetap bugar, tetapi juga merawat hubungan dengan orang-orang yang kita sayangi melalui aksi sederhana: meluangkan satu menit untuk berkabar.
Fenomena tersebut ternyata bukan sekadar persoalan kebiasaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kesepian (loneliness) dan isolasi sosial sebagai salah satu tantangan kesehatan global yang berkontribusi terhadap lebih dari 871.000 kematian setiap tahunnya. Namun, berbeda dengan penyakit pada umumnya, kesepian seringkali datang tanpa disadari. Banyak orang terlihat baik-baik saja, aktif bekerja, bahkan tetap berinteraksi di media sosial, tetapi perlahan kehilangan koneksi yang bermakna dengan orang-orang terdekatnya.
Kondisi ini semakin relevan di Indonesia. Budaya kerja yang dinamis, mobilitas tinggi, hingga semakin banyaknya anak muda yang merantau membuat waktu bersama keluarga menjadi semakin terbatas. Tidak sedikit yang baru menyadari sudah berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, belum sempat memberi kabar kepada orang tua atau orang terdekat karena merasa “nanti saja”. Padahal, bagi mereka yang menunggu di rumah, satu pesan sederhana sering kali menjadi bentuk kepedulian yang paling berarti.
Sebuah pesan singkat seperti “Aku sudah sampai”, “Hari ini baik-baik saja”, atau “Apa kabar?” mungkin hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk dikirim. Namun, bagi penerimanya, pesan tersebut dapat memberikan rasa tenang, kepastian, sekaligus memperkuat hubungan emosional yang menjadi bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh.
Berangkat dari pemahaman bahwa hidup sehat juga berarti menjaga hubungan sosial yang sehat, AIA Indonesia sebagai perusahaan asuransi melalui inisiatif Rethink Healthy mengajak masyarakat untuk kembali membangun kebiasaan sederhana tersebut. Bersama Dion Wiyoko dan Anya, asisten digital AIA, masyarakat diingatkan bahwa satu menit untuk mengirim pesan kepada orang yang disayangi dapat menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar.
Pengingat tersebut dihadirkan melalui berbagai titik dalam keseharian masyarakat. Pengguna aplikasi AIA Vitality menerima pengingat pada pukul 08.00 saat memulai aktivitas dan pukul 20.00 ketika kembali beristirahat di rumah.
Melalui Rethink Healthy, AIA Indonesia ingin mengajak masyarakat melihat kesehatan dari perspektif yang lebih menyeluruh. Sebab, terkadang tindakan paling sederhana seperti mengirim satu pesan untuk memberi tahu bahwa kita baik-baik saja, dapat menjadi bentuk kepedulian yang paling berarti bagi orang-orang yang kita cintai.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi pada Ketahanan Pangan, Buka Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa
-
Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek
-
DIPRAKARSAI AGUS GUMIWANG, KEBIJAKAN GAS MURAH TOPANG INDUSTRI MESKI PASOKAN TAK PERNAH PENUH
-
PLUS Bunganya dari neobank Plus: Bunga Deposito WOW hingga 7,25% per Tahun
-
Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi pada Ketahanan Pangan, Buka Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa
Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek
From Margins to Mainstream: 350 health leaders tackle the next frontier of voluntary assisted dying care