Jakarta: Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) yang ditujukan bagi ratusan warga di Desa Batas Batu, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Kogabwilhan III, Wakil Panglima Koops Habema, serta tujuh tenaga medis dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang sengaja diterbangkan dari Jakarta guna memberikan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
Tak hanya pelayanan kesehatan, masyarakat Desa Batas Batu, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan juga menerima makanan bergizi, paket sembako, dan akses air bersih, yang dibagikan kepada setiap keluarga.
“Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, mengingat Distrik Kenyam berada di wilayah pegunungan, Alhamdulillah kegiatan bakti sosial ini bisa terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” ujar Bambang kepada wartawan, Sabtu (19/7/2025).
Letjen Bambang, yang merupakan lulusan terbaik Adhi Makayasa Tri Sakti Wiratama 1993, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial yang mengusung tema ‘Sehat Bersama, Membangun Ketahanan Bangsa’ adalah wujud konkret kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di Papua.
“Kami semua merasa terharu sekaligus bahagia melihat antusiasme masyarakat yang rela menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer demi mengikuti kegiatan bakti sosial ini,” tutur Bambang.
Peraih predikat terbaik Dikreg Seskoad XLVI tahun 2008 dan lulusan Sesko TNI dengan penghargaan Wira Adi Nugraha tahun 2017 tersebut juga menjelaskan bahwa jumlah obat-obatan, makanan bergizi, dan paket sembako yang disediakan mencukupi dengan baik, sehingga seluruh warga dipastikan dapat menerimanya.
“Program ini juga selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama, dari Sabang hingga Merauke, termasuk di wilayah-wilayah terpencil seperti Tanah Papua,” tutup Bambang.
You may also like
-
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2