Jakarta 12 Mei 2026 – Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 menjadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk memperkuat daya saing dan posisi di pasar domestik, seiring meningkatnya arus perdagangan baja dunia yang berpotensi menekan industri nasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi industri baja nasional.
Data World Steel
Association menunjukkan produksi baja global mencapai 147,3 juta ton pada
Januari 2026, turun 6,5% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penurunan
produksi Tiongkok sebesar 13,9%. Namun, di tengah penurunan tersebut, arus
ekspor baja global justru meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kelebihan
kapasitas.
Krakatau Steel Perkuat
Fundamental dan Posisi Pasar Domestik
Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmen
perusahaan dalam memperkuat fundamental industri nasional.
“Krakatau
Steel terus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk guna
memastikan industri baja nasional tetap kompetitif dan berperan strategis dalam
mendukung pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat
sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan
Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Momentum Penguatan Industri Baja
Nasional
Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa penurunan
produksi global tidak identik dengan berkurangnya tekanan eksternal. Menurutnya,
ketika permintaan domestik melemah, ekspor meningkat sebagai mekanisme
penyesuaian kapasitas.
“Situasi
ini dapat menjadi momentum konsolidasi industri nasional apabila didukung oleh
kebijakan perdagangan dan strategi industri yang tepat,” tambah Widodo.
Upaya
penguatan industri baja nasional tentunya sejalan dengan visi Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang pada Asta Cita dalam memperkuat
kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi. Sebagai industri
strategis, baja memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan
infrastruktur, ketahanan industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang
berkelanjutan.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
BP Tapera Perkuat Kolaborasi dengan APERSI Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer
-
FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia
-
KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026
-
Semester I 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani 2,77 Juta Pelanggan, Tumbuh 11,2 Persen Dibanding Tahun Lalu
How Much Does a Tattoo Cost in Thailand? A Guide for Australian Travellers
Bangkok or Phuket: Which Is the Best Place to Get a Tattoo in Thailand?
BP Tapera Perkuat Kolaborasi dengan APERSI Dukung Program 3 Juta Rumah