Jakarta, 23 Juli 2025 — Dalam rangka mendukung akselerasi transformasi pendidikan digital di Indonesia, MAXY Academy bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikasmen) meluncurkan program pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi para guru SD dan SMP. Program ini berlangsung mulai Juli hingga Agustus 2025 di lima kota dan berkolaborasi dengan 5 sekolah sebagai tuan rumah, yakni Depok (SMPN 6 Depok), Cimahi (SMPN 2 Cimahi), Karawang (SMPIT Al Mumtaz), Surabaya (SMPN 12 Surabaya), dan Bekasi (SMAN 9 Kota Bekasi).
Sebagai inisiator dan fasilitator utama, MAXY Academy mengerahkan tim profesional yang terdiri dari 10 fasilitator ahli dalam bidang teknologi pendidikan, koding, dan AI. Pelatihan ini dirancang agar para guru mampu memahami dasar-dasar pemrograman, berpikir komputasional, dan penerapan awal teknologi AI ke dalam proses pembelajaran yang aplikatif dan relevan.
Isaac Munandar, CEO & Co-Founder MAXY Academy, menyampaikan bahwa keterampilan teknologi tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan.
“Kami percaya bahwa guru adalah agen transformasi. Jika mereka dibekali dengan kemampuan koding dan AI, maka dampaknya akan berlipat ganda ke siswa, kurikulum, dan ekosistem pembelajaran di sekolah. Melalui program ini, kami ingin membuka akses seluas-luasnya agar para pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penggeraknya,” jelas Isaac.
Program pelatihan berlangsung dalam bentuk in-service training dan sesi praktik langsung, di mana peserta akan dibimbing membuat modul pembelajaran berbasis teknologi. Selain pengenalan tools AI dan dasar pemrograman, peserta juga difasilitasi untuk merancang materi ajar yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah masing-masing.
Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang MAXY Academy untuk menghadirkan literasi teknologi yang inklusif dan merata, khususnya dalam konteks pendidikan dasar dan menengah.
Dengan berjalannya program ini hingga Agustus 2025, MAXY Academy berharap dapat mendorong lahirnya pendidik-pendidik digital yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan zaman.
You may also like
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
-
Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2