Dinamika pasar kendaraan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen. Kondisi tersebut turut tercermin pada perkembangan pembiayaan kendaraan, termasuk mobil konvensional dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan roda empat atau mobil bekas konvensional terkontraksi 4,52% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp86,25 triliun pada Juli 2026. Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik/hybrid bekas tumbuh 103,06% YoY menjadi Rp1,52 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan bahwa perkembangan tersebut mencerminkan dinamika positif dalam industri pembiayaan kendaraan, seiring dengan perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen.
“Kontraksi pembiayaan mobil bekas konvensional antara lain dipengaruhi oleh pergeseran preferensi konsumen serta kondisi pasar mobil bekas. Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan EV didorong oleh meningkatnya minat dan awareness masyarakat terhadap kendaraan listrik, semakin beragamnya pilihan model, serta berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Dhani.
Menurutnya, perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik mulai terlihat seiring dengan meningkatnya awareness dan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik di pasar. Segmen tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan pembiayaan kendaraan ke depan, sejalan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, serta penerimaan masyarakat.
“BRI Finance terus mencermati perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen,” kata Dhani.
Sejalan pula dengan perkembangan pasar tersebut, kinerja penyaluran pembiayaan BRI Finance menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data per Agustus 2026, disbursement pembiayaan new car meningkat sekitar 9,4 kali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, disbursement pembiayaan EV meningkat sekitar 13,8 kali secara tahunan.
“Pertumbuhan penyaluran pembiayaan baik pada mobil konvensional maupun kendaraan listrik menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan terus berkembang. BRI Finance akan terus mencermati dinamika tersebut dan menyesuaikan strategi pembiayaan dengan kebutuhan pasar,” tutup Dhani.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang
-
Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman
-
PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi
-
BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026
-
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.
VIHEF 2027 to Position Vietnam as an Emerging Halal Trade and Sourcing Hub
VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang
Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman