Jakarta, 20 Juni 2025 – Dunia seni terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan budaya. Dalam beberapa dekade terakhir, seni telah mengalami transformasi yang signifikan, tidak hanya sebagai alat ekspresi visual, tetapi juga sebagai media untuk merefleksikan nilai-nilai sosial dan budaya dalam masyarakat. Seni kontemporer kini semakin mengintegrasikan elemen-elemen budaya populer, membuka ruang untuk interpretasi yang lebih luas, serta menciptakan dialog antara berbagai komunitas. Salah satu bentuk seni yang semakin berkembang adalah printmaking, yang memungkinkan seniman untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan budaya dalam karya-karya mereka.
Untuk merespons hal ini, Nongkrong Pop: Printmaking Sablon hadir sebagai sebuah workshop seni yang diinisiasi oleh School of Design BINUS University. Pameran ini bertujuan untuk menggali bagaimana budaya populer berperan dalam membentuk identitas masyarakat Indonesia, melalui karya-karya yang merefleksikan nilai-nilai kolektivisme yang menjadi ciri khas kegiatan sosial di Indonesia. Inisiatif kolaboratif ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan alumni dari School of Design dalam upaya mendorong kreativitas dan pertukaran budaya, serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana elemen-elemen budaya populer dapat dieksplorasi melalui seni visual.
Nongkrong Pop menyajikan berbagai karya seni yang mewakili elemen-elemen budaya massa, seperti desain karakter 3D, komik, ilustrasi, seni jalanan, animasi, zine, cetak seni, dan merchandise. Selain pameran karya, acara ini juga diisi dengan workshop yang dipandu oleh Adi Sundoro dan Sebastian Advent, dosen dari DKV BINUS University, yang akan berbagi pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai printmaking dan desain visual. Workshop ini bertujuan untuk memberikan peserta pemahaman mendalam tentang teknik printmaking serta aplikasi seni dalam konteks budaya modern.
“Pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran seni, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pemikiran kritis dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami budaya populer dalam konteks yang lebih luas,” ujar Drs. Hagung Kuntjoro, Head of Visual Communication Design Creative Advertising (Periklanan) BINUS University.
Melalui acara ini, BINUS University berharap dapat memperkuat hubungan dengan dunia industri kreatif, serta memberikan kontribusi pada perkembangan seni dan budaya di Indonesia, dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan seni di Indonesia.
You may also like
-
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
-
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
-
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
-
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
-
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
Case Valker Luggage Gains Momentum Among Malaysian Travelers with Durable, TSA-Approved Designs
Carziqo Launches ER-BX Autonomous Ride-Hailing Operations in San Francisco