Jakarta, 26 Oktober 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang prospek industri pembiayaan masih menawarkan peluang pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Perusahaan menilai target pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance sebesar 2%–4% pada akhir 2026 yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencerminkan kondisi pasar yang perlu direspons melalui strategi bisnis yang adaptif dan terukur.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perusahaan tetap melihat potensi pertumbuhan seiring kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil dan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang masih terbuka. Untuk menangkap peluang tersebut, BRI Finance mengarahkan strategi bisnis pada penguatan sinergi dengan BRI Group, pengembangan segmen pembiayaan potensial, serta perluasan kemitraan strategis.
“Penyesuaian proyeksi pertumbuhan industri menjadi momentum bagi perusahaan pembiayaan untuk semakin cermat dalam membaca peluang pasar dan menentukan arah pengembangan bisnis. BRI Finance akan terus mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, serta meningkatkan efektivitas pemasaran untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan,” ujar Dhani.
Sejalan dengan hal tersebut, upaya mendorong ekspansi bisnis perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. BRI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan, dengan mempertimbangkan profil risiko dan potensi setiap segmen. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas aset sekaligus mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
BRI Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 110,09% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perusahaan di tengah kondisi industri yang dinamis. Ke depan, perusahaan akan terus mengoptimalkan peluang pasar secara selektif dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio dan ketahanan bisnis.
Penyesuaian target pertumbuhan industri multifinance oleh OJK dari proyeksi awal sebesar 6%–8% menjadi 2%–4% pada 2026 turut mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor pembiayaan. Dinamika ekonomi global dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi domestik, termasuk daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, serta kebutuhan pembiayaan untuk investasi.
“BRI Finance berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan melalui strategi yang terukur dan berorientasi pada kualitas. Dengan memperkuat sinergi bisnis, mengoptimalkan peluang secara selektif, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan, kami berupaya menjaga kinerja perusahaan agar tetap berkelanjutan di tengah perubahan kondisi pasar,” tutup Dhani.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
BSKDN Kemendagri Dorong Pembentukan Atase Kependudukan guna Perkuat Pelayanan Adminduk WNI di Luar Negeri
-
Kenapa Tagihan Listrik Gedung Naik Terus, Padahal Jam Kerja Sama?
-
itel VistaTab 12 Resmi Rilis, Tablet Rp2 Jutaan dengan Bonus Keyboard dan Pen
-
Pasar Kian Dinamis, Pembiayaan Kendaraan Listrik BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali Lipat
-
BRI Finance Gandeng DLH DKI Jakarta dalam Program TJSL Lingkungan di Srengseng Sawah
As Holiday Anxiety Peaks, Two Students Find Steadier Sleep Through Traditional Yoga in Taytay
Oneberry Technologies and SEA.AI Announce Strategic Collaboration to Advance Maritime Security Solutions Across Southeast Asia
BSKDN Kemendagri Dorong Pembentukan Atase Kependudukan guna Perkuat Pelayanan Adminduk WNI di Luar Negeri