Parepare, Maret 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare resmi memberlakukan sistem pembayaran nontunai atau e-money di pintu masuk Pelabuhan Nusantara.
Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju sistem yang lebih modern, cepat, dan transparan.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Beny, mengatakan bahwa penerapan sistem pembayaran nontunai ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa pelabuhan.
Menurutnya, penggunaan e-money di pintu masuk pelabuhan bertujuan untuk mempercepat proses transaksi, mengurangi antrean kendaraan, serta meminimalisir potensi kesalahan dalam pengelolaan pembayaran tunai.
“Penerapan sistem nontunai ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung digitalisasi layanan kepelabuhanan. Dengan e-money, proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan aman,” ujar Beny.
Ia menjelaskan, sistem ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong transaksi nontunai di berbagai sektor, termasuk transportasi dan logistik.
Selain meningkatkan efisiensi, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu memperkuat aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Lebih lanjut, Beny menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pengguna jasa, sopir angkutan barang, serta masyarakat yang keluar-masuk kawasan pelabuhan agar dapat menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut.
“Kami berharap seluruh pengguna jasa dapat mendukung kebijakan ini dengan menyiapkan kartu e-money sebelum memasuki area pelabuhan. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan pelayanan yang lebih tertib dan efisien,” tambahnya.
Pihak Pelindo juga memastikan bahwa fasilitas pendukung, termasuk perangkat pembaca kartu dan sistem pendukung lainnya, telah disiapkan secara optimal untuk menghindari kendala teknis di lapangan.
Dengan diberlakukannya sistem pembayaran non tunai di pintu masuk Pelabuhan Nusantara Parepare, Pelindo Multi Terminal Branch Parepare optimistis pelayanan akan semakin modern dan kompetitif, sekaligus mendukung kelancaran arus barang dan kendaraan di salah satu simpul transportasi penting di wilayah Ajatappareng dan sekitarnya.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2