Jakarta, 4 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat prospek pembiayaan alat berat masih terbuka hingga penghujung 2026. Permintaan tidak hanya berasal dari industri komoditas, tetapi juga dari sektor produktif lain yang membutuhkan alat berat untuk menunjang kegiatan operasional dan investasi.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa aktivitas usaha di sejumlah sektor masih mendorong kebutuhan pembiayaan alat berat.
“Permintaan pembiayaan alat berat masih menunjukkan perkembangan yang baik. Selain sektor komoditas, kami melihat peluang dari berbagai sektor produktif yang memiliki kebutuhan alat berat untuk mendukung operasional maupun pengembangan usaha,” ujar Dhani.
Menurut Dhani, beragamnya sektor pengguna alat berat memberikan ruang bagi Perseroan untuk mengembangkan pembiayaan secara lebih selektif. Konstruksi, perkebunan, logistik, dan infrastruktur menjadi beberapa sektor yang terus dicermati seiring dengan perkembangan aktivitas usaha dan kebutuhan investasinya.
BRI Finance juga memperhatikan perkembangan industri batu bara, termasuk kebijakan pemerintah terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Dinamika tersebut menjadi salah satu pertimbangan Perseroan dalam memetakan potensi permintaan dan menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dengan kualitas portofolio.
“Dengan basis permintaan yang berasal dari berbagai sektor, kami melihat peluang pembiayaan alat berat tetap positif hingga akhir tahun. Kami akan terus mengoptimalkan potensi dari sektor-sektor dengan aktivitas usaha dan kebutuhan investasi yang sehat, sembari menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan manajemen risiko yang prudent,” kata Dhani.
Optimisme tersebut tercermin pada kinerja segmen alat berat BRI Finance yang hingga 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pembiayaan alat berat juga telah berkontribusi sebesar 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.
Kinerja tersebut memperlihatkan kuatnya kebutuhan pembiayaan untuk mendukung pengadaan alat produksi dan operasional di berbagai sektor. Bagi BRI Finance, momentum ini menjadi peluang untuk memperkuat pertumbuhan segmen alat berat dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan risiko masing-masing sektor.
Memasuki sisa 2026, BRI Finance akan menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui penyaluran pembiayaan yang selektif, dengan mempertimbangkan perkembangan industri, profil nasabah, serta kualitas aset. Strategi ini diarahkan untuk memastikan pertumbuhan pembiayaan alat berat tetap sehat dan berkelanjutan.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru
-
Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
-
NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan
-
Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
-
Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?
MOLD Manila Highlights Ultraformer III for Non-Surgical Facial Lifting and Skin Tightening
Tanatasa Launches Singapore’s First Agent-First E-Commerce Store, Letting AI Assistants Shop for Consumers
BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru