Di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin bergeser ke ranah digital, perjalanan seseorang dalam memilih layanan kesehatan kini dapat dimulai jauh sebelum datang ke fasilitas kesehatan. Mencari informasi melalui mesin pencari, melihat konten edukasi di media sosial, hingga mempertimbangkan pengalaman digital sebuah brand menjadi bagian dari proses masyarakat dalam menentukan pilihan. Kondisi ini mendorong perusahaan, termasuk di industri kesehatan, untuk tidak hanya menghadirkan layanan berkualitas, tetapi juga mampu membangun kehadiran digital yang relevan dan mudah dijangkau masyarakat.
Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia). Komitmen Prodia dalam memperkuat ekosistem digital kembali mendapatkan apresiasi melalui penghargaan Best Brand Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 untuk kategori Prodia sebagai Best Brand Laboratorium Klinis, yang diselenggarakan oleh Solopos Media Group. Penghargaan ini diterima oleh Rambu Beppy Hamuaty, Area Commercial Manager Central Java, East Java, Bali & Nusa Tenggara Area Prodia, bersama Ida Yosefa, Branch Manager Solo, dan Novi Hastuti, Area Commercial Supervisor Solo, pada 17 Juli 2026 di The Alana Hotel Colomadu, Karanganyar.
Keberhasilan ini menjadi momentum bagi Prodia untuk terus memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong perusahaan agar senantiasa menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Mengusung tema “Winning Value, Driving Impact”, SBBI Awards 2026 memberikan apresiasi kepada brand dan perusahaan yang dinilai mampu membangun nilai, menghadirkan inovasi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penilaian penghargaan ini didasarkan pada riset performa digital melalui lima indikator utama, yaitu Website Market Share, AI Visibility, Instagram Performance, TikTok Performance, dan Google Search Performance. Prodia meraih skor total 48,70, tertinggi pada kategori Laboratorium Klinis, yang mencerminkan kekuatan ekosistem digital dan reputasi positif Prodia di berbagai kanal digital.
Bagi Prodia, pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang dalam menghadirkan layanan diagnostik dan kesehatan yang dapat diandalkan masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, Prodia terus melakukan berbagai inovasi, baik melalui pengembangan layanan pemeriksaan, pemanfaatan teknologi digital, maupun peningkatan pengalaman pelanggan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang semakin mudah, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhannya.
Penghargaan Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Award 2026 sekaligus menjadi motivasi bagi Prodia untuk terus melangkah ke depan dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan semangat untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan, Prodia berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam memahami dan menjaga kesehatan secara lebih baik.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
-
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
-
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
-
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
-
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
ฉลองปาร์ตี้ส่งท้ายปีสุดชิคและมีชีวิตชีวาที่โรงแรมอลอฟท์ บาย แมริออท กรุงเทพ สุขุมวิท 11 กับแพ็กเกจสุดพิเศษเริ่มต้นเพียง 999++ บาทต่อท่าน
โรงแรมอลอฟท์ บาย แมริออท กรุงเทพ สุขุมวิท 11 ผนึกกำลังโรงแรมและผู้ประกอบการโรงแรมในซอยสุขุมวิท 11 ร่วมกับสำนักงานเขตวัฒนาและสถานีตำรวจนครบาลลุมพินี จัดกิจกรรมทำความสะอาดซอยสุขุมวิท 11 เนื่องในวัน World Cleanup Day
Aloft by Marriott Bangkok Sukhumvit 11 Joins Hands with Wadhana District Office and Lumpini Police Station to Clean Up Sukhumvit Soi 11 for World Cleanup Day