Meningkatnya tuntutan terhadap keamanan, akses, keselamatan, dan efisiensi operasional membuat kebutuhan pada proyek bangunan modern semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perubahan dalam proses perencanaan, termasuk cara berbagai komponen bangunan dipilih dan diintegrasikan sejak awal proyek.
Pendekatan yang hanya berfokus pada pemilihan produk secara terpisah berpotensi membuat kebutuhan antar-komponen tidak sepenuhnya terhubung. Karena itu, perencanaan perlu mempertimbangkan bagaimana setiap sistem bekerja sebagai bagian dari keseluruhan bangunan, bukan hanya berdasarkan spesifikasi masing-masing produk.
Menurut Roda Bangun Mandiri (RBM), perubahan tersebut membuat system thinking semakin relevan dalam perencanaan sistem bangunan.
“Dalam proyek modern, kebutuhan tidak berhenti pada produk apa yang digunakan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap komponen bekerja bersama untuk memenuhi kebutuhan bangunan. Karena itu, kami melihat perencanaan perlu dimulai dari requirement proyek sebelum menentukan sistem dan produk yang tepat,” ujar Bernardus Rizky, COO Roda Bangun Mandiri.
Pada sistem pintu, misalnya, kebutuhan proyek dapat mencakup fungsi ruang, intensitas penggunaan, keamanan, keselamatan, hingga kontrol akses. Faktor-faktor tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam kombinasi sistem dan perangkat yang sesuai, sehingga masing-masing komponen dapat berfungsi secara optimal dalam satu kesatuan.
Pendekatan ini juga mengubah proses diskusi antara penyedia sistem dan tim proyek. Alih-alih hanya membahas spesifikasi produk, pembahasan dapat dimulai dari kebutuhan bangunan dan konteks penggunaannya.
“Kami perlu memahami terlebih dahulu bagaimana sebuah ruang digunakan, siapa penggunanya, serta requirement yang harus dipenuhi. Dari sana baru dapat ditentukan konfigurasi sistem yang sesuai. Dengan pendekatan seperti ini, produk menjadi bagian dari solusi yang dirancang untuk kebutuhan proyek,” kata Bernardus.
Perubahan pendekatan tersebut sejalan dengan pengalaman RBM selama lebih dari 30 tahun di bidang sistem pintu serta kemitraannya dengan berbagai brand internasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi RBM untuk terlibat tidak hanya pada tahap penyediaan produk, tetapi juga dalam memahami kebutuhan sistem sejak tahap perencanaan.
Bagi RBM, pendekatan terintegrasi menjadi bagian penting dalam menghadapi proyek bangunan yang semakin kompleks. Dengan memulai dari kebutuhan proyek dan menghubungkannya dengan sistem yang tepat, setiap komponen dapat dirancang untuk mendukung fungsi bangunan secara lebih menyeluruh.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala
-
PLN NPC Perkuat Kepedulian Sosial melalui Penyerahan Bantuan Paket Kesehatan dan Gizi Anak
-
SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”
-
Saham Alphabet Anjlok 12,6%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas US$482 Miliar dalam Sehari
-
BP Tapera Sosialisasikan KPR FLPP kepada Pegawai KPPN Mojokerto dan Satker Mitra
Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala
PLN NPC Perkuat Kepedulian Sosial melalui Penyerahan Bantuan Paket Kesehatan dan Gizi Anak
SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”