Tambang berskala besar menghasilkan perubahan topografi setiap hari, dari pergerakan material stockpile hingga pergeseran lereng pit.
Tim survei yang harus hadir fisik di lapangan untuk setiap pengukuran menanggung beban mobilitas, cuaca, dan biaya yang signifikan. DJI Dock 3 hadir sebagai sistem drone otomatis yang mengubah cara data lapangan dikumpulkan di lingkungan tambang.
DJI Dock 3 adalah sistem drone “drone in a box” yang beroperasi secara otomatis. Seluruh misi dikonfigurasi dan dipantau dari jarak jauh melalui platform DJI FlightHub 2, mulai dari jadwal penerbangan, rute, hingga parameter akuisisi data. Sistem ini memiliki rating IP56 sehingga tahan terhadap debu dan hujan, dua kondisi yang tidak bisa dihindari di lingkungan tambang aktif.
DJI Dock 3 bekerja bersama drone DJI Matrice 4D untuk misi survei pemetaan, atau dengan DJI Matrice 4TD untuk inspeksi termal aset. DJI Matrice 4D dilengkapi kamera survei dengan mechanical shutter dan modul RTK onboard, menghasilkan data pemetaan dengan akurasi sentimeter di setiap penerbangan. DJI Matrice 4TD dilengkapi kamera termal 640×512 untuk deteksi anomali suhu pada conveyor, electrical panel, dan peralatan berat.
Setelah setiap misi selesai, drone mendarat otomatis ke stasiun dan langsung mengisi daya untuk penerbangan berikutnya. Data tersimpan di cloud FlightHub 2 dan tersedia bagi tim teknis dalam secara real time. Perubahan volume stockpile, pergeseran kontur pit, dan anomali termal pada aset dapat terpantau lebih awal karena frekuensi data meningkat drastis.
Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan DJI Dock 3 lengkap dengan layanan implementasi di lokasi, konfigurasi misi awal di FlightHub 2, dan integrasi data dengan perangkat analisis tambang seperti DJI Terra dan Strayos. Program ini telah diterapkan di berbagai tambang skala besar di Indonesia.
“Frekuensi survei yang meningkat dari bulanan menjadi harian mengubah cara tim tambang membaca kondisi lapangan, sehingga membuat respons juga lebih cepat,” ujar Halo Robotics.
Sistem drone otomatis seperti DJI Dock 3 menandai pergeseran dari model survei berbasis jadwal menuju operasi tambang berbasis data kontinu yang mencerminkan kondisi lapangan secara real-time.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu
-
BSKDN Kemendagri dan VRITIMES Dorong Penguatan Personal Branding Kepala Daerah Melalui Akun Resmi Humas Pemprov
-
BP Tapera Perkuat Kolaborasi dengan APERSI Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer
-
FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia
Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu
BSKDN Kemendagri dan VRITIMES Dorong Penguatan Personal Branding Kepala Daerah Melalui Akun Resmi Humas Pemprov
How Much Does a Tattoo Cost in Thailand? A Guide for Australian Travellers