Indigo memperluas ekosistem inovasi lewat ruang belajar yang dimulai dari komunitas
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, tantangan terbesar justru terletak pada minimnya akses keterampilan teknologi dasar di kalangan generasi muda, terutama di luar pusat industri digital. Padahal, keterampilan seperti pengembangan web kini menjadi gerbang penting menuju dunia kerja berbasis teknologi. Kesenjangan ini menuntut adanya pendekatan yang lebih inklusif dan langsung menyasar akar persoalan, yaitu edukasi praktis yang dapat diakses sejak dini.
Menjawab kebutuhan tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo mendukung penyelenggaraan Coconut Open Class Batch 7, sebuah workshop pengenalan framework Next.js yang diselenggarakan oleh komunitas COCONUT Computer Club di Makassar. Mengusung tema “Level Up Your Skills: Bangun Portofolio Interaktif dengan Next.js dari Nol,” kegiatan ini menjadi ruang belajar praktikal bagi pemula untuk memahami dan membangun portofolio web interaktif dari nol dengan pendekatan berbasis industri.
Didampingi mentor berpengalaman dari komunitas, peserta dibimbing memahami struktur Next.js, prinsip kerja React, hingga proses deployment melalui Vercel. Mereka juga diarahkan membangun portofolio digital sebagai bekal masuk ke dunia profesional. Pendekatan hands-on memberi peserta kesempatan langsung membangun dari nol, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mulai menciptakan karya yang mencerminkan potensi mereka di dunia digital.
“Pembentukan talenta digital harus dimulai dari ruang-ruang belajar seperti ini, yang memberi kesempatan untuk mencoba, gagal, lalu berkembang bersama,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Patricia menekankan bahwa pelatihan praktis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri peserta untuk menjelajahi dunia pengembangan web secara mandiri.
Melalui kolaborasi antara komunitas teknologi dan ruang inovasi digital lokal, Coconut Open Class turut memperkuat upaya mendorong pertumbuhan talenta digital dari daerah. Selain membangun keterampilan teknis, workshop ini juga menumbuhkan semangat eksplorasi dan rasa percaya diri peserta untuk terus belajar dan berkembang di bidang teknologi. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas dapat berperan sebagai penggerak pendidikan non-formal yang berdampak luas.
Telkom Indonesia melalui Indigo berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke lebih banyak kota dan komunitas di seluruh Indonesia. Dengan menciptakan ruang belajar terbuka dan inklusif, semakin banyak generasi muda akan merasa dunia teknologi adalah ruang yang bisa mereka masuki dan kuasai. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem inovasi digital nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan.
You may also like
-
Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?
-
Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung
-
Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah
-
Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas
-
Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani
6200 Book fest concludes inaugural three-day celebration
Clair Brothers Asia Pte. Ltd. Establishes Presence in Singapore and Launches New Asia Series Professional Audio Lineup
Premium European Products Strengthens Malaysia Market Presence Through MIFB 2026 and B2B Dinners