Jakarta, 15 Oktober 2025 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak perusahaan BRI Group, mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. POJK ini merupakan regulasi yang menjadi momentum penting dalam mendorong keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menilai kebijakan baru OJK tersebut sejalan dengan visi besar BRI Group untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Regulasi ini membuka ruang bagi lembaga keuangan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih mudah diakses sekaligus berkelanjutan. BRI Finance berkomitmen menjadi mitra strategis bagi UMKM agar semakin berdaya saing, produktif, dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi,” ujarnya.
Komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai inisiatif BRI Group yang telah berjalan, seperti program Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, LinkUMKM, AgenBRILink, dan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Melalui pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, literasi keuangan, perluasan pasar global, hingga penguatan desa sebagai pilar ekonomi nasional, BRI Group terus mendorong UMKM untuk naik kelas dan bersaing di pasar internasional.
Wahyudi menambahkan, BRI Finance memiliki keunggulan dalam menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya berfokus pada permodalan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. “Dengan dukungan ekosistem BRI Group, kami mampu menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha, sekaligus menjaga prinsip tata kelola dan manajemen risiko yang baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inovasi berbasis teknologi dalam memperluas jangkauan layanan. “Kami melihat potensi besar dari pemanfaatan teknologi, data alternatif, dan integrasi ekosistem digital. Namun, inovasi harus tetap seimbang dengan prinsip kehati-hatian agar kualitas portofolio tetap terjaga,” tutur Wahyudi.
Sebagai tindak lanjut atas arah kebijakan OJK, BRI Finance kini tengah menyiapkan skema pembiayaan khusus UMKM yang lebih sederhana, fleksibel, dan terjangkau yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan usaha kecil di Indonesia. Selain itu, BRI Finance juga terus memperkuat portofolio produk inovatif. Sejak 1 Mei 2025, perusahaan menghadirkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan suku bunga kompetitif: 0% per tahun untuk mobil baru, 0,8% per bulan untuk mobil bekas, dan 0,7% per bulan untuk sepeda motor.
You may also like
-
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
-
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
-
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
-
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
-
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live
Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2