Jakarta, 22 September 2025 –
Kesempatan emas untuk merasakan langsung budaya kerja Jepang kini nyata bagi mahasiswa BINUS University. Jesslyn Claudia Suprato, Binusian 2026 semester 7 dari Japanese Popular Culture (JPC) Program, tengah menjalani internship bergengsi di Suginoi Hotel, Beppu, Jepang.
Dalam perannya, Jesslyn dipercaya menjadi penghubung antara tamu dan staf hotel, mulai dari translator (Inggris–Jepang), front desk, hingga memastikan kenyamanan tamu selama menginap. Pekerjaan sehari-harinya mencakup layanan penitipan barang, pengantaran kebutuhan tamu ke kamar, menjawab pertanyaan terkait hotel, hingga memfasilitasi shuttle bus antar-gedung.
“Peran saya bukan hanya sekadar melayani, tetapi juga menjaga komunikasi yang baik dan membawa nama baik diri sendiri maupun Suginoi Hotel,” ungkap Jesslyn.
Bekal dari Japanese Popular Culture BINUS University
Sebelum berangkat, Jesslyn dibekali pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya Jepang, yang kini terbukti menjadi modal penting dalam menghadapi dunia kerja. Ia menerapkan konsep wa (harmoni), disiplin hourensou (laporan, komunikasi, konsultasi), serta penggunaan keigo (bahasa formal Jepang) dalam interaksi dengan tamu maupun senior.
“Belajar di Japanese Popular Culture BINUS University sangat membantu saya dalam memahami tidak hanya bahasa, tetapi juga filosofi budaya Jepang. Dari kelas, saya belajar bagaimana budaya Jepang menekankan harmoni, disiplin, dan rasa hormat. Semua itu saya rasakan manfaatnya ketika berinteraksi langsung dengan tamu maupun senior di hotel,” jelas Jesslyn.
“Budaya kerja Jepang sangat khas dan berbeda dengan Indonesia. Pembekalan dari Japanese Popular Culture, BINUS University membantu saya beradaptasi lebih cepat,” tambahnya.
Momen Berkesan dan Harapan ke Depan
Selain pengalaman profesional, Jesslyn menemukan momen berkesan saat bertemu rekan internship asal Indonesia lainnya di Beppu dan Oita. “Rasanya menenangkan ketika tahu ada teman senegara yang mengalami hal sama. Kami saling mendukung dan bertukar informasi sehari-hari,” kenangnya.
Bagi Jesslyn, internship ini tidak hanya memperkuat keterampilan hospitality, komunikasi, dan bahasa, tetapi juga menjadi pijakan untuk mewujudkan mimpinya berkarier di Jepang. “Saya ingin bekerja di Jepang di masa depan. Internship ini adalah langkah awal yang berharga,” ujarnya penuh keyakinan.
Tentang Japanese Popular Culture (JPC) BINUS University
Program Japanese Popular Culture BINUS University membuka peluang luas bagi mahasiswa yang mencintai budaya Jepang. Tidak hanya belajar bahasa dan budaya, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan internship di Jepang, berinteraksi langsung dengan masyarakat, sekaligus memahami etos kerja khas Jepang yang sangat dihargai di dunia industri.
Dengan pengalaman nyata seperti yang dialami Jesslyn, BINUS University menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang memiliki global employability, siap bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di dunia.
You may also like
-
Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular Krakatau Steel Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik
-
Tokocrypto Buka Deposit QRIS untuk Mudahkan Transaksi Kripto di Indonesia
-
Mengenal Konsep Market Structure dalam Trading Forex
-
Menara Jakarta: Pilihan Tepat untuk Hunian dan Pengembangan Bisnis di Jantung Kemayoran
-
Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan Arbovirus Multiplex PCR
Shengmei International Pharmatech Unveils “The Trust Blueprint”: How Singaporean Manufacturing Standards Are Redefining Consumer Confidence in Global Skincare.
Shengmei International Pharmatech Pte. Ltd.: Where Singapore’s Rigorous Standards Meet Global Skincare Innovation.
Shengmei Group Singapore: Redefining Excellence in OEM/ODM Skincare and Personal Care Manufacturing.