Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) menciptakan lonjakan ancaman baru dalam dunia keamanan digital. Dalam kuliah umum yang disampaikan oleh Alexey Lukatsky, Managing Director & Cybersecurity Business Consultant Positive Technologies, dijelaskan bagaimana AI kini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan yang jauh lebih canggih dan otomatis.
Alexey Lukatsky diakui sebagai salah satu pakar
keamanan informasi paling terkemuka di Rusia dan dikenal luas sebagai cybersecurity
evangelist tidak hanya di Rusia tetapi juga di tingkat global. Ia telah
berkecimpung di industri keamanan informasi selama lebih dari 30 tahun.
Sebelum bergabung dengan Positive
Technologies, Alexey bekerja di kantor Cisco Rusia dengan tanggung jawab
mengembangkan bisnis keamanan informasi di wilayah Rusia, CIS, dan juga Eropa.
Pada tahun 2024, Alexey dianugerahi medali
Virtuti Interneti, penghargaan tertinggi dari Russian Internet Governance
Forum bagi individu yang memberikan kontribusi besar terhadap ekosistem
internet dan keamanan siber.
Ia juga aktif mengajar di berbagai institusi
pendidikan dan organisasi internasional, serta merupakan penulis lebih dari 600
artikel, lima buku, dan lebih dari tiga puluh kurikulum pembelajaran
di bidang cybersecurity. Selain itu,
Alexey terlibat dalam penyusunan dan peninjauan berbagai regulasi dan kerangka
hukum terkait keamanan informasi dan perlindungan data pribadi.
AI Menjadi Senjata Baru Hacker
Dalam pemaparannya, Alexey menjelaskan bahwa
kemampuan AI generatif telah berkembang drastis bukan hanya membantu pekerjaan
manusia, tetapi kini juga dapat digunakan untuk:
1. Meniru suara
dan wajah manusia dengan tingkat kemiripan tinggi, membuka jalan bagi
penipuan berbasis deepfake.
2. Menghasilkan
pesan phishing yang sangat alami, sehingga sulit dibedakan dari komunikasi
asli.
3. Mengotomatisasi
ratusan skenario serangan sekaligus, membuat upaya pertahanan manual
semakin tidak relevan.
4. Melewati
sistem keamanan tradisional seperti OTP, verifikasi wajah, pemeriksaan
suara, dan bahkan beberapa sistem biometrik.
5. Mengincar
sektor pemerintahan, keuangan, teknologi, pendidikan, dan kesehatan, yang
menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya serangan sepanjang 2025.
Alexey menegaskan bahwa era ini menuntut
pendekatan baru menggunakan AI untuk melawan AI, membangun sistem
keamanan yang mampu belajar secara adaptif, serta meningkatkan kapasitas SDM
agar siap menghadapi serangan generasi terbaru.
Menanggapi kompleksitas ancaman siber terbaru
tersebut, Positive Technologies kembali melakukan kunjungan resmi ke
Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membahas tindak lanjut MoU dan memperkuat
kerja sama strategis dalam keamanan siber internasional.
Sebelumnya, pertemuan serupa telah dilakukan
pada 11 Juni 2025 saat penandatanganan MoU pertama, serta 13 Oktober
2025 untuk membahas langkah-langkah awal implementasi kerja sama tersebut.
You may also like
-
Mesin Ekonomi Pertanian: Bagaimana Token AZOE Menggerakkan Protokol Agryzome
-
Proxethix Mengungkap Model Ekonomi: Bagaimana Token PREI Menggerakkan Infrastruktur AI yang Berdaulat
-
Certyxio Mengungkap Tokenomics CRYI: Model Utilitas Deflasi untuk Memberdayakan Ekonomi Pasca-Kebenaran
-
Dari Balik Jeruji ke Panggung Rakyat: Nato Band & Musik Daul Lapas Pamekasan Guncang Ribuan Warga Pamekasan
-
Wedbush Optimistis Netflix Dapat Gandakan Pendapatan Iklan di 2026, Namun Saham Masih Tertekan
Mesin Ekonomi Pertanian: Bagaimana Token AZOE Menggerakkan Protokol Agryzome
Proxethix Mengungkap Model Ekonomi: Bagaimana Token PREI Menggerakkan Infrastruktur AI yang Berdaulat
Certyxio Mengungkap Tokenomics CRYI: Model Utilitas Deflasi untuk Memberdayakan Ekonomi Pasca-Kebenaran