Proxethix, perusahaan yang membangun infrastruktur “Layer-0” untuk Ekonomi Agen (Agentic Economy), hari ini merilis rincian utilitas komprehensif dari aset digital aslinya, token PREI. Pengumuman ini memperjelas peran berbeda dalam ekosistem: Proxethix menyediakan jalur teknologi terdesentralisasi untuk agen AI otonom, sementara PREI berfungsi sebagai energi ekonomi yang mengisi bahan bakar, mengamankan, dan mengatur jaringan.
Seiring agen AI berevolusi dari chatbot pasif menjadi partisipan ekonomi aktif, Proxethix menjawab kebutuhan kritis akan platform yang netral dan tahan sensor . Token PREI telah direkayasa untuk memecahkan tantangan koordinasi yang melekat dalam lingkungan terdesentralisasi ini, memastikan nilai mengalir secara efisien antara penyedia komputasi dan pembuat agen .
Perbedaan: Protokol vs. Mata Uang
Protokol Proxethix beroperasi sebagai lingkungan runtime terdesentralisasi, memanfaatkan teknologi canggih seperti Trusted Execution Environments (TEEs) dan Zero-Knowledge Machine Learning (zkML) untuk menjamin privasi dan integritas eksekusi.
Token PREI bertindak sebagai instrumen utilitas khusus dalam lingkungan ini. Token ini bukan platform itu sendiri, melainkan satuan akun wajib yang diperlukan untuk mengakses sumber daya platform.
Kegunaan PREI dalam Jaringan Proxethix
Arsitektur ekonomi yang dikembangkan oleh Proxethix mengintegrasikan token PREI ke dalam empat lapisan operasional penting:
1. Bahan Bakar Jaringan (Gas)
Setiap operasi yang dilakukan pada jaringan Proxethix menimbulkan biaya. Baik pengguna yang menerapkan “Agen Perdagangan” baru atau agen yang sedang menegosiasikan kontrak kompleks melalui protokol Agent-to-Agent (A2A), biaya harus dibayar dalam PREI . Hal ini menciptakan korelasi langsung: seiring platform Proxethix diadopsi, permintaan untuk PREI sebagai “bahan bakar” akan meningkat secara organik.
2. Staking Proof of Honest Inference (PoHI)
Untuk menjaga integritas komputer global Proxethix, protokol mengharuskan operator node untuk menjaminkan agunan. Operator harus melakukan staking token PREI untuk berpartisipasi dalam mekanisme konsensus . Jika sebuah node ditemukan bertindak jahat—seperti melanggar privasi data agen—protokol Proxethix secara otomatis akan melakukan “slashing” (penyitaan) terhadap PREI yang dipertaruhkan, sehingga memastikan keamanan ekonomi.
3. Hak Tata Kelola
Proxethix berkomitmen pada desentralisasi progresif. Token PREI berfungsi sebagai kunci kedaulatan protokol. Melalui model Vote-Escrowed (vePREI), pemegang token dapat memengaruhi arah masa depan ekosistem Proxethix, memberikan suara pada parameter utama seperti hibah perbendaharaan untuk pengembang dan proposal peningkatan jaringan .
4. Medium Pasar Agen
Ekosistem Proxethix menampilkan pasar terdesentralisasi di mana agen berkinerja tinggi dapat disewa atau dijual. PREI adalah mata uang eksklusif untuk transaksi ini, memfasilitasi pertukaran kecerdasan digital yang lancar dan tanpa batas antara pembuat dan pengguna perusahaan .
Mekanisme Penangkapan Nilai (Value Capture)
Tim Proxethix telah menerapkan mekanisme deflasi untuk menyelaraskan nilai token dengan kesuksesan protokol. Sebagian dari biaya yang dihasilkan oleh jaringan Proxethix secara sistematis digunakan untuk membeli kembali dan membakar (buy-back and burn) token PREI, yang secara permanen mengurangi pasokan yang beredar dari waktu ke waktu .
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
You may also like
-
Svarael Foundation Meluncurkan Infrastruktur “Penambangan Bahasa” Terdesentralisasi yang Ditenagai oleh Token Utilitas SRAL
-
Mesin Ekonomi Pertanian: Bagaimana Token AZOE Menggerakkan Protokol Agryzome
-
Certyxio Mengungkap Tokenomics CRYI: Model Utilitas Deflasi untuk Memberdayakan Ekonomi Pasca-Kebenaran
-
Dari Balik Jeruji ke Panggung Rakyat: Nato Band & Musik Daul Lapas Pamekasan Guncang Ribuan Warga Pamekasan
-
Wedbush Optimistis Netflix Dapat Gandakan Pendapatan Iklan di 2026, Namun Saham Masih Tertekan
iRealtee.com Introduces Rental Management System for Philippine Property Operations
Svarael Foundation Meluncurkan Infrastruktur “Penambangan Bahasa” Terdesentralisasi yang Ditenagai oleh Token Utilitas SRAL
Mesin Ekonomi Pertanian: Bagaimana Token AZOE Menggerakkan Protokol Agryzome